Uraikan tentang tokoh-tokoh penyebaran agama Islam di Indonesia (Walisongo)

Jawaban:

1. Sunan Gresik

2. Sunan Ampel

3. Sunan Giri

4. Sinuhun Bonang

5. Paduka Drajat

6. Baginda Kalijaga

7. Paduka Muria

8. Sunan Salih

9.Paduka Argo Tulen

Penjelasan:

1. Emir Gresik

Paduka tuan Gresik memiliki jenama asli Maulana Malik Ibrahim dan dikenal juga dengan nama Syekh Magribi. Sunan Gresik disebut berpunca terbit Samarkand, Asia Tengah. Ia memegang gelar Paduka tuan Gresik karena menyebarkan petunjuk Selam di wilayah Gresik, Jawa Timur. Metode dakwah yang digunakan Sunan Gresik yakni dengan mendekatkan diri lega masyarakat dengan mengajarkan cara bertemu dengan tanam, melalui pendidikan dengan mendirikan pesantren, serta membangun surau.

2. Sunan Ampel

Paduka Ampel n kepunyaan logo asli Raden Muhammad Ali Rahmatullah, atau dikenal sekali lagi dengan nama Raden Rahmat. Sunan Ampel merupakan anak asuh pecah putri raja Campa, yaitu sebuah kekaisaran di Vietnam. Ia pula memiliki hubungan bakat dengan ampean Prabu Brawijaya nan merupakan bibinya. Sri paduka Ampel juga menjadi pembina Kerajaan Demak, dengan Raden Patah sebagai rajanya. Sunan Ampel menyebarkan agama islam di Surabaya dan naik daun dengan tanzil “Moh Limo”. Ajaran tersebut terdiri dari Moh Main (tidak berjudi), Moh Ngombe (lain mabuk), Moh Maling (tidak mencuri), Moh Madat (tidak candu sreg obat-obatan), dan Moh Madon (tak berzina). Gelar Sunan Ampel adalah Bapak Para Wali karena memiliki tujuh momongan yang di antaranya adalah Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Syarifuddin (Emir Drajat).

3. Sunan Argo

Sunan Ancala punya tanda asli Muhammad Ainul Yaqin. Anda juga dikenal dengan nama Raden Paku, Prabu Satmata, Paduka tuan Abdul Faqih, dan Joko Samudro. Ia ialah putra mubaligh radiks Asia Tengah Maulana Ishaq nan menikah dengan Peri Sekardadu anak terbit Menak Sembuyu. Sebutan Sunan Giri didapatnya dari segel Pesantren Bukit yang didirikan di perbukitan Sidomukti, Kebomas, Gresik. Pesantren ini tersohor sampai Madura, Kalimantan, Sumba, Flores, Ternate, Maluku, dan Sulawesi. Dalam perjalanannya, pesantren ini berkembang menjadi Imperium Jabal Kedaton. Raja ardi pun dikenal dengan cara dakwah melalui seni dengan puisi Tembang cilik, seperti Pucung dan Asmarandana.

4. Prabu Bonang

Sunan Bonang memiliki cap safi Maulana Makdum Ibrahim yang merupakan putra mulai sejak Kanjeng sultan Ampel. Sunan Bonang menyebarkan wahyu agama Islam menerobos kesenian dengan melakukan akulturasi budaya mulai dari Tuban, Rembang, Pulau Bawean, sampai Madura. Peninggalan Yang dipertuan Bonang antara lain klonengan Jawa yang merupakan hasil modifikasi warisan budaya Hindu dengan menambah rebab dan bonang. Paduka tuan Bonang menggunakan gamelan memainkan lagu bernuansa Islam, nan keseleo satunya berjudul Tombo Ati. Sunan Bonang wafat plong tahun 1525 M, namun makamnya ada di dua tempat. Yang pertama terletak di jihat barat Masjid Agung Tuban dan yang kedua bu Pulau Bawean.

5. Yamtuan Drajat

Raja Drajat merupakan momongan dari Prabu Ampel berbarengan adik dari Sri paduka Bonang yang memiliki etiket Raden Syarifudin ataupun Raden Qasim. Ia mendapat habuan gelar dari Raden Patah berpangkal Kekaisaran Demak sebagai Sri paduka Mayang Madu. Dia berdakwah berpokok daerah pantai Gresik setakat berakhir di Lamongan. Cara berdakwahnya terjadwal dengan memanfaatkan media seni dengan tasawuf dan tembang pangkur. Selain itu cak semau pula ajaran Empat Piwulang yang isinya pelawaan bakal mengamalkan baik kepada sesama. Sebatas detik ini wahyu tersebut masih digunakan terban-temurun perumpamaan pedoman hidup. .

6. Emir Kalijaga

Kanjeng sultan Kalijaga yang memiliki nama asli Raden Said yakni putra dari Tumenggung Wilatikta Bupati Tuban. Ia menjadi koteng wali setelah bertemu dengan Sunan Bonang yang menjadi hawa spiritualnya. Syah Kalijaga memulai berdakwah di Cirebon, dan kemudian meluas hingga Pamanukan sebatas Indramayu. Raja Kalijaga sekali lagi dikenal dengan pendirian dakwahnya yang memperalat kearifan domestik termasuk kesenian melintasi media wayang.

7. Aji Muria

Raja Muria nan memiliki jenama kalis Raden Umar Said juga dikenal sebagai Raden Parwoto. Sira turut berlaku dalam berdirinya Kerajaan Demak bersama Raden Patah. Nama Syah Muria diambil dari gelanggang ia tinggal di lereng Gunung Muria, sebelah utara Kudus. Wilayah yang ia kunjungi untuk berdakwah mencakup Jepara, Tayu, Juana, hingga sekitar Suci dan Pati. Ia berdakwah dengan mengajarkan pendirian berdagang, bersesuai tanam, dan melaut, serta melalui kesenian gamelan. Dalam hal kesenian, Ratu Muria menciptakan Puisi Macapat, yakni Sinom dan Kinanti.

8. Sunan Nirmala

9.Sunan Gunung Zakiah




banner

×