Teori Belajar Humanistik Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran

Halo Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya? Agar selalu fit dan ki ajek semangat mengajarnya.

Nayaka Pendidikan dan Kebudayaan berencana menelanjangi kembali pembelajaran tatap cahaya muka (PTM) di tahun ilham baru 2022/2022. Tak terasa, dekat 1,5 tahun para peserta didik mengenyam pendidikan dari rumah.

Sebagai koteng master, karuan Kiai/Ibu mengedrop harapan besar pada perjumpaan pertama dengan putra-putri di bulan Juli mendatang. Apakah Bapak/Ibu sudah lalu mempersiapkan metode penelaahan terbaik untuk mereka?

Jika belum, bisa jadi Bapak/Ibu dapat mulai beralih sreg teori membiasakan humanistik, sehingga diharapkan siswa asuh bisa kembali jiwa intern menjalani hari-harinya di sekolah. Lewat, apa nan dimaksud teori sparing humanistik dan seperti mana apa contohnya?


Check this out

!


Signifikasi Teori Membiasakan Humanistik

Teori belajar humanistik ialah teori yang menyatakan bahwa khalayak berhak mengenali dirinya sendiri seumpama langkah untuk berlatih, sehingga diharapkan mampu mencapai aktualisasi diri. Itulah kok, teori ini beranggapan bahwa proses belajar dinilai bertambah penting tinimbang hasil belajar itu sendiri.

Denotasi tersebut juga berlaku jika teori ini diterapkan di kegiatan penerimaan. Artinya, pengertian teori belajar humanistik dapat disamakan dengan pengertian teori penerimaan humanistik.


Pengertian Teori Belajar Humanistik Menurut Para Juru

Adapun signifikasi teori sparing humanistik menurut para ahli adalah seumpama berikut.


1. Arthur Combs

Arthur Combs sendiri pendidik spontan psikolog sumber akar Ohio, Amerika Perseroan. Beliau adalah salah satu tokoh yang ikut berperan pada sejarah teori belajar humanistik.

Combs berpendapat bahwa belajar merupakan kegiatan yang dapat dilakukan di mana namun dan menghasilkan sesuatu bikin dirinya. Puas kegiatan belajar, seseorang bahkan hawa tidak boleh memaksakan sesuatu keadaan nan tidak disukai makanya individu nan bersangkutan.


2. Abraham Maslow

Menurut Maslow, berlatih merupakan serangkaian proses yang harus dilalui untuk mengaktualisasi dirinya. Pada kegiatan belajar, diharapkan seorang individu bisa memahami dirinya dengan baik.


3. Carl Rogers

Menurut Rogers, pada proses membiasakan dibutuhkan sikap saling menghargai dan sonder prasangka antara individu nan sedang belajar dan pihak yang menjatah penelaahan.


Arti Teori Belajar Humanistik

Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.

  1. Mewah menidakkan sikap atau perilaku basyar, dari yang awalnya lain baik karena belum mencerna menjadi baik.
  2. Membiasakan individu cak bagi main-main secara demokratis, partisipatif, dan humanis.
  3. Makmur menjadikan turunan ibarat insan nan mudah menghargai perbedaan, kebebasan berpendapat, dan kedaulatan dalam menyatakan ide/gagasan.
  4. Mewah meningkatkan keinginan belajar individu.


Pamrih

Pada prinsipnya, tujuan teori belajar humanistik adalah memanusikan basyar, sehingga sendiri sosok bisa makin mudah n domestik mengerti diri dan lingkungannya untuk mengaras aktualisasi diri.

Jika merujuk puas tujuan ini, seorang pendidik harus berbenda mengarahkan (menjadi penyedia) tanpa timbrung rancam bersisa serius pada proses pengendalian diri petatar asuh, sehingga diharapkan bisa tercapai pamrih pengajian pengkajian.


Ciri-Ciri

Suatu teori belajar dikatakan humanistik jika memiliki ciri-ciri misal berikut.

  1. Menonjolkan plong aktualisasi diri individu (manusia bak sosok cucu adam yang bisa mengeksplorasi dirinya).
  2. Proses ialah hal terdahulu yang menjadi titik api belajar.
  3. Melibatkan peran aspek kognitif dan afektif.
  4. Mengedepankan pengetahuan atau pemahaman.
  5. Mengedepankan bentuk perilaku diri koteng.
  6. Tidak terserah nan berwenang mengatur proses membiasakan setiap orang.


Prinsip Teori Belajar Humanistik

Teori membiasakan ini memiliki mandu nan tidak jauh-jauh dari turunan itu sendiri, yaitu sebagai berikut.

  1. Setiap manusia n kepunyaan nalar untuk belajar secara keilmuan.
  2. Berlatih terasa sangat berguna takdirnya punya relevansi dengan intensi tertentu.
  3. Proses belajar boleh menafsirkan persepsi seseorang akan dirinya.
  4. Makna belajar akan terasa sekiranya dilakukan maka dari itu diri seorang.
  5. Setiap pembelajar harus subur menumbuhkan pendamping dirinya.
  6. Belajar sosial tentang proses belajar itu sendiri.


Konsep Teori Belajar Humanistik

Konsep asal yang harus dijadikan acuan sreg teori belajar ini adalah manusia memegang peranan penting sreg kesuksesan dirinya koteng.

Lakukan mencapai kesuksesannya, sendiri individu harus punya senawat yang kuat sehingga enggak pernah tungkul kerjakan terus sparing dengan tetap memperhatikan pada bilang aspek penting, yaitu serebral dan afektif. Adapun lecut bisa semenjak dari dalam maupun luar individu.

Selain cemeti, seseorang juga harus mencerna bagaimana mandu belajar teori humanistik. Perpaduan antara keduanya diharapkan dapat menghasilkan kesuksesan.


Aneh-aneh Teori Belajar Humanistik

Adapun spesies-macamnya adalah sebagai berikut.


1. Teori belajar Arthur Combs

Teori ini berpandangan bahwa belajar akan terasa berfaedah bagi pembelajar itu sendiri. Maka itu sebab itu, pendidik bukan memiliki kewenangan bikin mengatak materi nan relevan dengan kehidupan individu pembelajar. Kepekaan pendidik menjadi kunci terlaksananya teori belajar ini di sekolah.

Pendidik juga harus memberikan pemahaman bahwa kredit lain kejadian terdepan nan kepingin dicapai pada pembelajaran, melainkan proses buat mendapatkan pengetahuannya.


2. Teori belajar Bloom dan Krathwohl

Teori belajar yang dikemukakan Bloom dan Krathwohl ini titik api lega hal-keadaan yang pasti boleh dikuasai oleh seseorang sesudah melalui proses berlatih. Teori ini sekali lagi menjadi satah bokong ditemukannya Taksonomi Bloom yang masa ini dikenal di dunia pendidikan Indonesia.


3. Teori sparing Carl Rogers

Teori ini dikemukakan makanya tokoh psikologi humanistik berpangkal Illinois, Amerika Serikat. Menurut Carl Rogers, membiasakan harus melibatkan arah intelektualitas dan emosional peserta didik. Maka dari itu karena itu, motivasi berlatih wajib dimiliki maka itu anak adam yang medium sparing.


4. Teori belajar Maslow

Teori yang dikemukakan maka itu Abraham Harold Maslow ini bertimbang pandang bahwa setiap individu akan berupaya memenuhi kebutuhan hierarkis hidupnya. Oleh karena itu, terdepan adanya galakan cak bagi maju ke arah yang kian baik.


Khasiat dan Kekurangan Teori Berlatih Humanistik

Perumpamaan produk yang dirumuskan oleh bani adam, setiap teori tentu mempunyai kebaikan dan kekurangan.

Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.

  1. Menegaskan puas pembentukan budi, hati nurani, pertukaran sikap setiap individu.
  2. Bisa menumbuhkan minat seseorang untuk terus belajar.
  3. Menjadikan seseorang memiliki camar duka nan berarti.
  4. Mengintensifkan kreativitas individu.
  5. Boleh mengubah sikap dan teoretis pikir basyar.
  6. Semakin lama, seseorang pembelajar bisa sampai ke aktualisasi dirinya dengan baik.

Kerjakan kekurangan teori berlatih ini adalah seumpama berikut.

  1. Proses sparing bisa gagal jika lain cak semau kebulatan hati dari setiap individu.
  2. Boleh membentangkan sikap individualisme.
  3. Peran pendidik menjadi terbatas karena doang sebagai penyedia.
  4. Boleh memicu ketakseimbangan keberhasilan setiap hamba allah jika terdapat sebagian cucu adam yang sulit bagi mengidentifikasi potensi dirinya.
  5. Tidak bisa dijadikan metode pembelajaran secara praktis.
  6. Guru lain dapat payah internal memotivasi siswa didiknya.


Teori Belajar Humanistik dan Penerapannya internal Pendedahan

Teori belajar ini bisa diterapkan oleh setiap basyar di luar pendidikan seremonial atau diterapkan di privat penelaahan pendidikan.

Tentatif itu, aspek pendidikan menurut teori berlatih humanistik yakni aspek kognitif dan afektif. Sekiranya hanya fokus plong aspek psikologis saja, proses belajar enggak akan mengapalkan perubahan perilaku sreg peserta didik.

Lantas, bagaimana teori belajar humanistik dan aplikasinya internal pembelajaran? Berikut ini dua ponten pentingnya.


1. Langkah-Langkah pembelajaran

Sebagai seorang guru, Bapak/Ibu adalah turunan yang paling tepat menerapkan teori ini sreg para peserta jaga, dengan berpedoman pada ancang-anju berikut.

  1. Menentukan tambahan pula dahulu tujuan pengajian pengkajian.
  2. Mengekspresikan materi pendedahan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  3. Melakukan identifikasi awal terhadap kemampuan setiap siswa.
  4. Melakukan analisis topik bikin mengidentifikasi kemungkinan keikutsertaan pesuluh didik pada pembelajaran tersebut.
  5. Membuat rancangan fasilitas belajar.
  6. Memberikan bimbingan agar peserta ajar boleh sparing secara aktif.
  7. Mendorong peserta jaga bakal memafhumi makna berbunga pengalaman selama berlatih.
  8. Memberikan bimbingan tentang konseptualisasi pengalaman nan diperoleh semenjak hasil belajar.
  9. Menerimakan bimbingan sreg pelajar didik untuk menerapkan privat kehidupan sehari-hari.
  10. Mengadakan evaluasi kegiatan penelaahan.


2. Aplikasi teori pengajian pengkajian humanistik

Kiai/Ibu harus memafhumi bahwa peran suhu pada teori belajar humanistik tetapi sebagai penyedia. Untuk mengaplikasikan teori pembelajaran ini, tugas fasilitator merupakan seumpama berikut.

  1. Mengacuhkan dan mengasihkan ki dorongan membiasakan pada para murid bimbing.
  2. Jikalau peserta didik belum memahami intensi pembelajaran, suhu bisa memberikan penjelasan kembali.
  3. Temperatur harus boleh memafhumi fiil setiap peserta didik yang diampunya.
  4. Menyediakan sendang belajar, baik daya, kendaraan okuler, maupun audio.
  5. Teguh menjalin komunikasi dengan pelajar didik agar kondisi penelaahan tetap terkontrol.
  6. Demap memberikan dorongan pada peserta pelihara agar lebih perseptif dan kreatif.
  7. Mengondisikan suasana berlatih tetap kondusif.
  8. Membangatkan keaktifan peserta bimbing.

Jika Bapak/Ibu ingin melihat komplet jurnal teori berlatih humanistik, klik

tautan ini
.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang teori membiasakan humanistik. Semoga dapat menambah wawasan Bapak/Ibu. Terus ikuti perkembangan mayapada pendidikan Indonesia dan manjapada asing doang di

Quipper Blog
.

Penulis: Eka Viandari

Source: https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/teori-belajar-humanistik/




banner

×