Teks Khutbah Jumat Singkat Untuk Pelajar

Khutbah Jumat Sumir berikut disusun oleh M. Taufiq Affandi, S.H.I., M.Sc., dosen

Universitas Darussalam Gontor

Khutbah Jumat Ringkas

Khutbah mula-mula

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

الحمد لله رب العالمين القائل : وَوَصَّیۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَیۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ وَفِصَـٰلُهُۥ فِی عَامَیۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِی وَلِوَٰلِدَیۡكَ إِلَیَّ ٱلۡمَصِیرُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أما بعدُ فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.

Amma ba’du …

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insyaAllah selalu berkecukupan dalam naungan anugerah Allah SWT

Lain henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT nan telah menyerahkan kita kasih iman dan Selam; nikmat yang teramat segara yang Halikuljabbar karuniakan kepada hamba-Nya. Moga kita selalu mendapatkan hidayah-Nya serta bakir n domestik situasi Iman dan Islam hingga akhir jiwa kita.

Sebuah pujian nan hanya pas dimiliki maka itu Almalik.
Alhamdu lillah; segala apa puji hanya milik Allah. Tak pantas buat turunan bagi mengharapkan pujian, tak pantas bagi bani adam cak bagi merasa berguna, karena sejatinya segala apresiasi hanya hak-Nya semata.

Dan khotib mengajak dirinya seorang serta jamaah sekalian kerjakan terus memerdukan ketaqwaan kepada Halikuljabbar SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang berketentuan, bertakwalah kepada Yang mahakuasa sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sewaktu-waktu kamu mati melainkan n domestik keadaan beragama Islam.” (Al-Alquran, Arsip Ali Imran, ayat 102)

Dan tentunya, shalawat serta salam sebaiknya selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Sidang shalat Jumat yang dirahmati Tuhan SWT

Dalam khutbah Jumat nan singkat ini, ayo kita merenung sejenak selama mana kita sudah berbakti kepada ibu bapak kita, khususnya ibu kita.

Keberadaan kita di dunia ini, tidak boleh kita pungkiri, yaitu dengan sebuah pengorbanan yang dahulu ki akbar dari ibu kita. Intern Al-Alquran, Sang pencipta SWT menggambarkan kerumahtanggaan surat Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Dan Kami perintahkan kepada individu (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya kerumahtanggaan semangat dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Tetapi kepada Aku kembalimu.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Dalam kesempatan khutbah Jumat ini, kita akan melihat tiga peristiwa dari sekian banyak peristiwa, nan menunjukkan bukan main ki akbar pikiran Islam terhadap ibu.

Yang permulaan; ialah peristiwa saat Rasul Isa A.S. bercakap momen masih bayi.

Sungguh adalah sebuah peristiwa yang sangat ki akbar saat Sang pencipta menciptakan Nabi Isa A.S. sonder seorang ayah, bikin menunjukkan kebesaran Almalik SWT.

Tetapi kelahiran Nabi Isa A.S. adv pernah mendatangkan tuduhan keji kepada Maryam. Digambarkan n domestik surat Maryam ayat 27-28, nan artinya:

Kemudian dia (Maryam) mengapalkan kamu (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) bersuara, “Wahai Maryam! Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang suntuk mungkar.

Aduhai tali pusar perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan sendiri perempuan pezina.”

Lalu apa yang dilakukan oleh siti Maryam? Ia menunjuk Nabi Isa A.S. yang rekata itu masih jabang bayi. Tinggal Nabi Isa A.S. bercakap, yang terekam internal surat Maryam ayat 30-32

قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا ۙ

وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ

وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا

Anda (Isa) berucap, “Sesungguhnya aku hamba Halikuljabbar, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku gemuk, dan Anda memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

dan
berbakti kepada ibuku, dan Dia bukan menjadikan aku sendiri yang sombong sekali lagi celaka.

Mari kita garis bawahi bahwa dalam peristiwa yang luar biasa tersebut, Allah menggerakkan lisan Nabi Isa A.S. untuk mendeskripsikan dirinya perumpamaan bani adam nan berbakti kepada ibuku. Dan penjelasan ini hinggap setelah penjelasan bahwa beliau adalah orang yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat.

Dari peristiwa tersebut, jelas bahwa berbakti kepada ibu ialah bukti dari keluhuran seseorang dan keimanannya kepada Yang mahakuasa SWT.

Peristiwa yang kedua; saat Nabi Ismail A.S. ditinggal bersama ibunya di padang cengkar.

Atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim A.S. harus meninggalkan Nabi Ismail A.S. yang masih bayi bersama ibunya, siti Hajar di Mekkah yang momen itu begitu tandus.

Siti Hajar bertanya kepada Nabi Ibrahim, “Apakah ini yaitu perintah Allah?” Saat Nabi Ibrahim A.S. mengiyakan, maka siti Hajar memufakati perintah tersebut dengan pasrah.

Intern suasana haus dan terik, siti Hajar terlampau berusaha mengejar air dari Shafa ke Marwa, hingga 7 mungkin ulang-alik. Dan Alhamdulillah, dengan sambung tangan Halikuljabbar, akhirnya air Zamzam muncul di tanah sanding suku Nabi Ismail.

Yang luar biasa adalah, peristiwa seorang ibu ini, nan berusaha bagi berburu air bikin putranya, diabadikan maka dari itu Halikuljabbar SWT andai salah satu seremoni intern ibadah Haji yang disebut sa’i.

Maka siapapun yang telah menunaikan ibadah umrah dan haji selayaknya selalu ingat keluhuran Yang mahakuasa dan hidayah sayangnya lega Ibu dan anaknya, serta menjiwai betapa besar pertentangan seorang ibu.

Peristiwa yang ketiga adalah: saat Ibu Utusan tuhan Musa A.S. mendapat Visiun dari Halikuljabbar SWT

Saat Fir’aun semenjana mencanangkan untuk menghabisi seluruh anak asuh laki-laki di negerinya, ibu Nabi Musa A.S. teramat sedih dan khawatir bahwa putranya akan turut dihabisi.

Semata-mata dengan pengaruh Allah, Allah menerimakan ramalan kepada Ibu utusan tuhan Musa A.S.

وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّ مُوْسٰٓى اَنْ اَرْضِعِيْهِۚ فَاِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَاَلْقِيْهِ فِى الْيَمِّ وَلَا تَخَافِيْ وَلَا تَحْزَنِيْ ۚاِنَّا رَاۤدُّوْهُ اِلَيْكِ وَجَاعِلُوْهُ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ

Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, “Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau rusuh terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah anda ngeri dan jangan (lagi) sebal hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah koteng rasul.” (Al-Quran, Surat Al-Qasas ayat 7)

Akibatnya Nabi Musa A.S. dihanyutkan ke sungai Nil, lalu beliau ditemukan oleh ampean Fira’un. Dan karena kanak-kanak anyir tersebut tak cak hendak meneteki kepada siapapun, kesannya Tuhan mengembalikan bayi tersebut ke aribaan ibunya untuk disusui oleh ibunya.

Kita lihat alangkah rahasia peranan Ibu bersumber Nabi Musa A.S. internal peristiwa di atas. Bahkan hingga Allah memberikan wangsit padanya.

Semua keadaan di atas dahulu jelas menunjukkan betapa lautan perhatian Islam kepada sendiri Ibu.

Ibu, begitu luhur kedudukannya, lebih berarti dari berlian. Dan dalam tingginya derajatnya itu, cinta Ibu pada kita, sungguh tak bertepi.

Demikianlah khutbah permulaan ini. Semoga Allah majuh memberi kita taufiq dan hidayah-Nya.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Khutbah Kedua

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

اَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Yang mahakuasa,

Intern khutbah pertama tadi, dari tiga peristiwa tadi, dulu jelaslah betapa kedudukan Ibu sangatlah tinggi dan menghormatinya adalah bukti keagamaan kita dan cap akan kemuliaan seseorang. Tentunya masih banyak lagi hal agung lainnya dalam sejarah Islam nan menunjukkan keutamaan koteng ibu.

Dan mari kita ingat Hadits Rasulullah SAW

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ قَالَ ‏ “‏ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أَبُوكَ ثُمَّ أَدْنَاكَ أَدْنَاكَ ‏”.‏


Dalam Kitab Sah Muslim, diriwayatkan maka itu Serdak Hurairah, koteng sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, bisa jadi yang paling berkuasa cak bagi aku berbakti? Rasulullah SAW berkata; Ibumu, silam ibumu, lalu ibumu, lalu ayahmu, lalu orang-anak adam yang terdekat denganmu.”

Maka, luangkanlah waktu untuk berbakti kepada ibumu. Bahkan, jadikanlah itu menjadi prioritas waktumu. Jadikanlah berbakti kepada ibu sebagai kesempatan bikin meraih ridho-Nya dan mendapatkan keutamaan pahalanya.

فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ منها وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

رَبنا أَدْخِلْنا مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنا مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لنا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم وادعوه يستجب لكم ولذكر الله أكبر.

أقم الصلاة


Demikian Khutbah Jumat sumir ini, mudahmudahan dapat bermakna buat kita semua.

Inti dari Khutbah Jumat Sumir ini yakni mengajak kita untuk berbakti kepada ibu kita, dan memprioritaskan perian kita untuk berbakti plong ibu kita.


Artikel Tersapu Khutbah Jumat Sumir:

UNIDA Gontor Mengawali Tahun Baru Hijriyah Lewat Quantum Tahfizh

Khutbah Jumat Muharram: Spirit Hijrah, Kehidupan Perubahan

Khutbah Idul Adha Ringkas 2022: Tadabbur Makna Qurban

Khutbah Idul Adha 1440 H: Ibadah Qurban dalam Perspektif Maqasid Syariah

Khutbah Jumat tentang Kematian

Featured image source:

pixabay

Source: https://unida.gontor.ac.id/khutbah-jumat-singkat/




banner

×