seseorang diizinkan melakukan salat jamak apabila dalam… A. keadaan hujan deras B. pelaksanaan


Seseorang diizinkan melakukan salat baku apabila dalam…


A. keadaan hujan lebat

B. pelaksanaan haji di Muzdalifah
C. keadaan lupa

D. sibuk berkreasi


Banyak sekali keberagaman penyakit nan diderita oleh seseorang, akan semata-mata hanya berpangkal ki kesulitan yang bermartabat-benar lampau mengganggu bakal penderitanya, nan dapat rukhsah bikin menjama’ shalat. Dengan begitu enggak setiap bani adam yang menengah sakit mendapat rukhsah bagi menjama’ shalat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

maaf kalau ada kesalahan\u2026<\/p>

\ufeffjadikan jawaban yang terbaik\/tercerdas<\/p>

terimakasih\u2026<\/p>"}]” data-testid=”answer_box_list”>

Jawaban:

B. pelaksanaan haji di muzdalifah

Penjelasan:

Bagi kaum muslimin yang menengah melaksanakan ibadah haji, disyari’atkan untuk menjamak shalat fardu ketika berada di Arafah dan di Muzdalifah.



Jawaban:

B. Dalam pelaksanaan haji di Muzdalifah = kerumahtanggaan pengelanaan jauh

Penjelasan:

Bilang sebab terdepan yang menyebabkan seseorang boleh menjamak salat yakni

1. Menjamak di Arafah dan Muzdalifah.

Cak bagi suku bangsa muslimin yang medium melaksanakan ibadah haji, disyari’atkan buat menjamak shalat fardu saat berbenda di Arafah dan di Muzdalifah.

2. Menjamak momen musafir.

Momen seseorang berada intern pengelana (perjalanan jauh ) atau hendak melaksanakan pengembara diizinkan untuk menjamak shalatnya

3. Menjamak karena sesuatu keperluan dan lingkaran. Maksudnya adalah apabila seseorang berada dalam keadaan yang berhalangan bagi mengerjakan shalat pada waktunya, sebagaimana karena suatu keperluan yang sangat menggusur, menjaga orang ngilu, sendiri dokter nan melakukan tindakan sementara, operasi, atau terjebak macet di jalan tol. Di perkenankan untukmenjamak shalatnya, yang dijadikan radiks yakni hadits riwayat Mukminat.

4. Shalat Dijamak Karena Hujan

Seseorang diperbolehkan untuk meleksanakan shalat jama’ apabila dalam keadaan hujan. Hal ini sesuai dengan titah Nabi yang diriwayatkan maka itu Al-Bukhari yang berbunyi: Sesugguhnya Nabi saw menjama’ shalat Maghrib dengan shalat Isya’ disuatu malam yang madya hujan lebat “. (HR. Bukhari)

5. Shalat dijamak Karena Sakit maupun Udzur

Banyak sekali macam penyakit yang diderita maka dari itu seseorang, akan tetapi hanya berusul kebobrokan yang benar-ter-hormat habis mengganggu bagi penderitanya, nan dapat rukhsah untuk menjama’ shalat. Dengan semacam itu bukan setiap orang nan menengah sakit mendapat rukhsah untuk menjama’ shalat.

maaf jikalau ada kesalahan…

jadikan jawaban yang terbaik/tercerdas

terimakasih…




banner

×