Para pelaku:Jidul : Anak laki laki berusia 15 tahunPak Pikun : Pembantu rumah tangga berumur 40


Para pelaku:Jidul : Momongan laki junjungan berusia 15 tahunPak Pikun : Pembantu rumah tangga berumur 40 tahunIbu : Nyonya flat berumur seputar 40 tah hpunTritis : Gadis 18 tahun(2) Kisah ini terjadi di sebuah ira tamu tanggungan yang cukup tampak. Terwalak beraneka ragam perlengkapan yang resmi di urat kayu tamu, tetapi yang terpenting ialah seperangkat meja dan kursi tamu.Dengan penuh keriangan, Si Jidul membersihkan meja dan takhta kedudukan.(3) Sampul Pikun : (unjuk langsung menuju ke arah Jidul) Ayo! Mana! Berikan kembali padaku! Ayo! Mana!Jidul : (ber -ah uh, serentak memberikan isyarat ketidakmengertiannya)Pak Pikun : Jangan berlagak pusung! Siapa lagi yang mengambilnyakalau bukan anda! Marilah Jidul anda sembunyikan di mana, heh?Jidul : (ber-ah uh semakin bingung dan kabur )Ibu : (muncul tergesa-gesa) Eh, terserah apa Pak Pikun? Ada apa dengan Jidul?Cangkang Pikun : Anak ini enggak boleh dikasihani Bu! Kamu mencolong lagi.Arlojiku hilang!Ibu : Mencuri arloji? Kamu maling Jidul?Jidul : (sambil ber-ah uh menggoyang goyangkan ketua dan tangannya)Buntelan Pikun : Mungkir, ya! Padahal jelas Bu! Tadi saya bersiram. Setelah itu, arloji saya terlambat di kamar mandi, lalu dia masuk, entah mengapa. Lewat start tiba arloji saya hilang (tangannya menunjuk Jidul).Ibu : (melihat tangan Pak Pikun) O, arloji Paket Pikun hilang begitu? Lalu arloji yang Pak Pikun pakai di pergelangan ajun itu mempunyai mungkin? (tertawa)Tritis : (Unjuk dan langsung masuk tertawa) Lain masa jangan main tuduh semata-mata Pak! (4) Pak Pikun mematung memandang pergelangan tangan kanannya. Dilepaskannya Si Jidul. Dengan dahulu malu, ia berjalan jublek tegun. Sang Jidul lagi tertawa dengan caranya koteng, Kata sifat yang digunakan berdasarkan kutipan dagelan di atas yaitu A. Pilon B. Hilang C. Mungkin D. jublek​




banner

×