Melalui teknologi hibridoma dapat menggabungkan dua buah sel somatis sebab proses menggabungkan dua

by -15 views

Penggabungan dua kerangkeng somatis pada teknologi hibridoma
dibantu oleh
enzim
HPRT (Hipoksantin Fosforibose Transferase). Enzim HPRT memiliki peranan penting pada tahun terjadi fusi atau penggabungan antara dua biji kemaluan sel somatis yakni sel limfosit spesifik dan hotel prodeo nueloina.

Pembahasan

Penggabungan dua sel somatis pada bioteknologi berbudaya disebut pula teknik hibridoma (fusi sel). Hibridoma bertujuan untuk menghasilkan antibodi monoklonal nan merupakan antibodi unik dan sekadar bisa bereaksi dengan satu antigen belaka.
Teknik hibridoma menggabungkan sel kanker dengan kamp penghasil antibodi. Penggunaan kerangkeng puru ajal nan telah dihilangkan kemampuannya untuk mempengaruhi kerangkeng lain bertujuan lakukan menggandakan sel secara cepat.

Intern teknik ini diperlukan beberapa komponen sama dengan Medium HAT, antigen, sel mieloma, sel sumber gen, zat paduan gen yang sendirisendiri memiliki fungsi yang farik.
Keseleo satu onderdil berupa enzim yang berperan utama dalam proses fusi sel adalah HPRT (Hipoksantin Fosforibose Transferase).
Kerangkeng hibridoma didapat dengan mandu menggabungkan sel limfosit spesifik dengan sel mieloma. Rumah tahanan limfosit unik n kepunyaan enzim HPRT (Hipoksantin Fosforibose Transferase) sementara itu sel mieloma hidupnya baka, atau kehidupan terus menerus tapi tak mempunyai enzim HPRT.
Enzim tersebut terdepan peranannya pada hari terjadi fusi ataupun penggabungan antara dua biji pelir kerangkeng somatis yakni sel limfosit tunggal dan sel nueloina.

Pelajari Bertambah Lanjur

Pelajari lebih lanjut akan halnya materi teknologi hibridoma brainly.co.id/tugas/38013174

#BelajarBersamaBrainly

#SPJ4