Kompetensi Guru Sebagai Agen Pembelajaran


  • Bakri Anwar


    Dosen Prodi Pendidika Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar



    (ID)

Abstract

Pengkajian ini bermaksud untuk  menjelaskan  pentingnya kompetensi pedagogik dikuasai makanya seorang guru. Dengan penyerobotan kompetensi  ini,  maksud nan diharapkan peserta asuh akan teraih dengan sempurna. Sama dengan seorang guru harus ki berjebah memecahkan  metode  mengajar serta pendekatan nan berkaitan dengan materi ajar,  sehingga alamat materi tercapai dengan baik. Master  semoga rupawan dan terampil menggapil kelas, sehingga pembelajaran bepergian dengan efektif dan menyenangkan, bakir mengenali berbagai budi murid didik, mampu memamahami,  melaksankan serta mengevaluasi kurikulum. Temperatur berlambak merencanakan, melaksanakan setiap RPP yang ditulis, mampu mengembangkan, dan mengevaluasi proses penataran. Kompetensi pedagogik ini suhu  mampu mengangkut peserta jaga cak bagi mengaktualisasikan potensi yang ada intern diri mereka. Untuk mencapai indeks pembelajaran, pedagogik guru meliputi sapta aspek terdepan 1. Membereskan karakteristik peserta didik 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang godok. 3. Mampu mengembangkan kurikulum 4. Mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang efektif 5. Berlimpah mengembangkan potensi pesuluh asuh. 6. Kreatif berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik 7. Fertil melaksanakan penilaian dan evaluasi. Dengan penguasaan penunjuk di atas maka tujuan pendidikan akan tercapai secara sempurna selain dari indikator di atas guru harus termengung, respek terhadapat pendapat pelajar dan n kepunyaan rasam bertanggung jawab.

References

Jasmani Litbang Agama dan Diklat Keagamaan. 2003. Pendekatan Andragogi dalam Diklat, Jakarta: Pusdiklat Tenaga Teknis Keimanan.

Mangsa Bimbing PAI. 2022. Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru. UIN Alauddin Makassar

Bambang S. dan Lukman, Teori Belajar Andragogi, Pendidikan network: MSI-UII.Net, 2007.

DePorter, Bobbi dkk. 2010. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning Diruang-ruang Inferior. Bandung: Kaifa 2010.

Finger, Marthias dan Jose Manuel Asun. 2004. Adult Education at the Crossroads. Terj. Nining Fatikasari, Quo Vadis Pendidikan Orang Dewasa . Cet.I, Yogyakarta: Pustaka Kendi.

Janawi. 2022. Kompetensi Guru: Citra Temperatur Profesional. Bandung: Al-fabeta.

Jihad, Asep dan Suyanto. 2022. Menjadi guru Profesional . Jakarta: Erlangga.

Kementerian pendidikan Kewarganegaraan. 2010. Direktorat Jenderal, Peningktan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Pedoman Pelaksanaan Penilaian Prestasi Guru: Jakarta.

Komaruddin , Ukim, dan Arief Rahman. 2022. Suhu. Jakarta: Erlangga.

Mulyasa, E. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Taruna Rosdakarya.

Mustafa, Jejen. 2022. Peningkatan Kompetensi Temperatur, Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.

Nata, Abuddin. 2003. Manajemen Membereskan Kelemahan Pendidikan Selam di Indonesia, Jakarta: Emas.

Nurfuadi. 2022. Profesionalisme Temperatur. Purwekerto: STAIN Press, 2022.

Priatno, Nanang dan Tito Sukamto. 2022. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya

Republik Indonesia. 2005. “Peraturan Pemerintah No.19, Mengenai Tolok Pendidikan Nasional, 2005 dan UU. No.14 Tentang Guru dan Dosen”

Sa’dullah, Uyoh. 2022. Pedagogik. Bandung: Al-fabeta.

Tamat, Tisnowati. 1985. Dari Pedagogi Ke Andragogy Pedoman Bagi Pengorganisasi Pendidikan dan Latihan. Cet.I; Jakarta: Teks Pelajar.

Wijaya, Cucu kepada. 1994. Kemampuan Dasar Hawa n domestik Proses Belajar Mengajar. Bandung: Akil balig Rosdakarya

Yusuf, Muhammad. 2022 . “Jurnal Tarbiyahtuna”. Palangkaraya: STAIN.

Source: https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Shautul-Arabiyah/article/view/7129




banner

×