Kata Kata Sindiran Buat Teman Yang Munafik

Brilio.net –
Siapa sih yang bukan kesal isak bani adam nifak? Sahaja cak bagi berterus kilauan kepada turunan hipokrit, tak semua orang memiliki keberanian. Jalan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah dengan karikatur. Kata-perkenalan awal pelesetan lumat bagi manusia munafik tentunya sangat perlu disampaikan agar mereka introspeksi diri.


Terkadang insan munafik tidak peka dengan lingkungannya, sampai-sampai tak peduli dengan perkataan sosok enggak. Munafik seorang merupakan sebuah sikap sosok nan gemar berpura-jaring-jaring dan menidakkan setiap ikrar nan ia berikan.



Sudahlah buat engkau yang memiliki antagonis atau kenal dengan seseorang nan terkenal munafik, kamu bisa menyindirnya dengan kata-pengenalan sindiran halus kerjakan insan munafik, seperti yang dilansir
brilio.net
terbit berbagai rupa mata air, Selasa (7/9).

1. “Goblok kok dipiara, embek dipiara bisa congah.”



2. “Sekiranya anda cak hendak makan p versus, jangan lupa tambahkan nasi biar makin kenyang.”


3. “Omonganmu seperti parfum isi ulang, wangi tapi haram.”

4. “Engkau tuh absurd banget, udah tau salah mengapa justru ngotot.”

5. “Bekerjalah sebagaimana tuyul, beliau tidak kelihatan, tak butuh pujian, tidak edan jabatan, dan tidak lagi cari perhatian, semata-mata hasilnya JELAS.”

6. “Berjuangnya sama aku, giliran telah berhasil kamu berpaling.”

7. “Kau mengingatkanku sreg persen recehan. Bermuka dua dan tidak penting.”

8. “Saat melihatmu, aku nanang, ‘Manakah wajah yang akan kau lihat detik menatap ke cermin?” – C. JoyBell C.

9. “Cak semau dua peristiwa nan tidak kusukai tentangmu. Mukamu.”

10. “Kurasa aku butuh kacamata. Kemana lagi aku memandang, insan-orang selalu kelihatan punya dua paras.”

11. “Mengomongkan dosa orang lain tak akan membuatmu menjadi khalayak suci.” – Hussein Nishah.

12. “Apalagi kayu nan berada di sungai selama puluhan perian pula tak akan berubah menjadi bicokok.”

13. “Namanya juga lawan, ada yang baik dan ada pula yang kepura-puraan.”

14. “Kemunafikan berjalan di atas dua tungkai, dan memanggil dirinya orang.” – Anthony Falak. Hincks.

15. “Tetaplah teruji, tetaplah setia, atau tetaplah menjauh dariku.”

16. “Miliki bertambah dari yang kau tunjukkan, bicaralah kian adv minim terbit nan kamu sempat.” – William Shakespeare.

17. “Kau mengingatkanku pada uang recehan. Bersisi dua dan tidak bermakna.”

18. “Halikuljabbar sudah memberimu satu wajah, dan kau malah membuat satu lagi buat dirimu sendiri.” – William Shakespeare.

19. “Dengarkan baik-baik bagaimana seseorang membicarakan orang tidak di hadapanmu. Seperti itu jugalah caranya bersuara tentangmu di hadapan orang tak.”

20. “Subjek terbaik yaitu manusia, nan enggak sangkut-paut gagal membuat saya kagum dengan ketidakpastiannya.” – Ronnie James Dio.

21. “Lebih baik dimusuhi sosok dari depan tinimbang punya dagi yang menjolok dari belakang.”

22. “Ketulusan membuat seseorang yang tidak bisa berbuat segala apa-barang apa jadi kian bernilai daripada manusia munafik yang sangat berbakat.” – Charles Spurgeon.

23. “Beliau terdengar lebih menyejukkan ketika menudungi mulutmu.”

24. “Saat terbaik buat mencari bandingan adalah sebelum beliau membutuhkannya.” – Ether Barrymore

25. “Orang bijak akan merasa sipu jika pengenalan-katanya kian baik daripada tindakannya.”

26. “Seseorang yang plus banyak tersenyum bersamamu sesekali akan cak acap merenggut saat produktif di belakangmu.” – Michael Bassey Johnson

27. “Absurd sekali ketika kau mengenal seseorang begitu lama dan mereka berubah tepat di hadapanmu.” – Karina Barton

28. “Jangan tunjukkan kebaikanmu untuk membuat orang lain berdeging, belaka tunjukkanlah keburukanmu dan lihatlah siapa yang masih terus bersiteguh.”

29. “Dengan berbicara di belakangku, bermanfaat kamu patut menghargai keberadaanku untuk tidak bertingkah di depan mukaku.”

30. “Bermuka dua adalah adanya sebuah perbedaan di antara perkataan dan hati, adanya perbedaan di antara sesuatu yang tampak dan yang jadi-jadian.”

31. “Ketika seorang wanita berkata, ‘Aku benci drama!’ Maka hampir bisa dipastikan dia ratu sandiwara.”

32. “Meski spirit ini penuh dengan kepalsuan, namun jangan sebagai halnya mereka yang bersegi dua dengan menjadikan spirit ibarat topeng untuk menutupi kepalsuannya.”

33. “Katakan apa yang kau rasakan. Itu namanya jujur, bukan berarti tidak bermartabat.”

34. “Tuhan sudah memberimu satu cahaya muka, dan kau malah menciptakan menjadikan suatu kembali bikin dirimu sendiri.” – William Shakespeare

35. “P versus zakiah enggak akan merasa tersinggung saat kamu menghinanya. Mereka tersenyum dan menghinamu bertambah parah juga.”

36. “Kata-katamu tak berjasa ketika apa yang kau kerjakan adalah sebaliknya.”

37. “Oh, maaf aku telah mengganggumu. Aku lupa kalau kehadiranku hanya dianggap ketika ia semenjana butuh sesuatu dariku.”

38. “Kamu nggak akan rugi segala-apa kok, kamu nggak akan kesuntukan apapun kok sekiranya ditinggal sekufu kebalikan bawah tangan.

39. “Tetaplah teruji, tetaplah setia, atau tetaplah menjauh dariku.”

40. “Ada tujuh miliar orang di dunia ini. Kenapa kamu biarkan pelecok suatu berusul mereka menghancurkan hidupmu?”

41. “Sahabat yang baik susah bikin ditemukan, lebih susah bakal ditinggalkan,dan tak mungkin untuk dilupakan.”

42. “Kepingin menjadi teman adalah pekerjaan cepat, tetapi perkawanan ialah pematangan buah yang lambat.” – Aristoteles

43. “Sulit sekali kita temui manusia nan berfirman terima karunia setelah ditolong.”

44. “Aku adalah aku. Enggak seperti yang khalayak lain bicarakan tentangku. Tak nan orang lain inginkan aku menjadi apa yang mereka inginkan. Aku adalah aku.” – Brigitte Nicole

45. “Perlambang orang inkonsisten cak semau tiga. Jika berucap camar dusta, seandainya berjanji selalu ingkar, dan kalau diberi amanah engkau berkhianat.” – HR. Bukhari

46. “Jangan mendekat, aku enggak zakar perhatianmu. Aku ingin pergi ke satu kancah dan berteriak. Mayapada ini penuh dengan kebohongan.”

47. “Makin mudah memperdayai seseorang daripada meyakinkannya kalau ia sudah dibohongi.” – Mark Twain

48. “Kemunafikan n domestik sikap rendah lever merupakan bentuk dusta tertinggi.”

49. “Masa pusung dengan persahabatan. Aku butuh musuh lebih banyak lagi. Minimum tidak mereka jujur jikalau tidak menyukaiku.” -Manasa Rao Saarloos

50. “Aku merindukanmu. Tidak, aku ralat. Aku merindukanmu yang lalu, seseorang yang caruk peduli kepadaku.”

Alas kata-kata travesti bagi menyentil perasaan anak adam lain.

foto: listland.com

51. “Suatu periode kamu akan pergi menjauh, dan aku bermartabat-sopan berharap kamu tetap berada di sana.”





52. “Ketika ditanya, “Cak kenapa beliau selalu pakai pakaian hitam?”, dia berkata, “Aku berkabung untuk hidupku.” – Anton Chekhov.

53. “Kalau udah nggak burung laut ngapain chat lagi, pergi saja sambil.”

54. “Jarang gue denger orang ucapin ‘Syukur’ kalau sudah dibantu.”

55. “Walaupun kamu udah pacaran lama banget, segala loe akan bahagia terus sama dia.”

56. “Tinimbang sibuk ngurusin khalayak lain, mudah-mudahan koreksi suntuk diri kamu seorang.”

57. “Dusta yang diceritakan plus besar perut lama-lama akan terasa seperti keabsahan.” – Vladimir Lenin.

58. “Jauh lebih mudah mendapatkan jalanmu kalau kamu n kepunyaan lebih dari suatu jalan.” – Jennifer James.

59. “Aku enggak boleh jadi siapa untukmu. Kucintaimu tak berarti bahwa ku harus milikimu slamanya.” – d’Masiv, Di Antara Kalian.

60. “Aku meninggalkanmu alasannya kau tak wasilah memintaku cak bagi tetap bakir di sana.”

61. “Makin lagi dua bani adam kesenyapan di dunia malam ini. Demap, kau dan saya hanyalah dua orang kebisuan yang mengalah untuk berjuang.” – Miley Cyrus, Two More Lonely People.

62. “Kau tidak akan pernah bisa berteman dengan seseorang yang pernah kau cintai.”

63. “Hal ketujuh nan membuatku benci padamu, kau membuatku mencintaimu.” – Miley Cyrus, 7 Things.

64. “Aku suka mendengarkan gosip, saya kagum bagaimana cucu adam-orang bisa tahu hal-hal nan enggak kuketahui wacana diriku sendiri.”

65. “Contohlah tukang parkir. Meskipun memiliki banyak wahana beroda empat sira nggak pernah sombong alasannya beliau adv pernah semua itu hanya antaran.”

66. “Aku bukan menghinamu, saya cuma mendeskripsikanmu.”

67. “Jangan heran seandainya saya berkata menyerupai orang bodoh. Kepingin bagaimana pun kendati kau bisa memahami maksudku.”

68. “Seorang pecundang lain tahu apa yang akan dilakukannya kalau kalah, belaka sesumbar wacana segala yang akan dilakukannya jikalau menang.” – Eric Berne.

69. “Semua orang berpikir lakukan menidakkan dunia. Tapi tak seorang pun berpikir cak bagi menafsirkan dirinya seorang.” – Tolstoy.

70. “Kalau tugasmu merupakan memberitahuku bagaimana saya harus melaksanakan pekerjaanku, paling lain kau seorang hendaknya tahu bagaimana cara melakukannya.”

71. “Munafik adalah mereka yang mencaci ki gua garba, tapi memakannya pula, dan memuji makanan lain, tapi membuangnya.”

72. “Dia manusia atau oportunis? Setiap mengimbit bekas, pasti beda adat.”

73. “Aku tak butuh tandingan yang berubah ketika aku berubah dan mengangguk saat aku mengangguk. Bayanganku bisa melakukannya dengan kian baik.” – Plutarch

74. “Jangan heran kalau aku bercakap sama dengan orang tolol. Mau bagaimana lagi cak agar kamu bisa memafhumi maksudku.”

75. “Seseorang mestinya meluluk dirinya terlebih dahulu baik-baik sebelum berpikir dalam-dalam kerjakan mencerca keburukan orang tidak.” -Moliere

76. “Kian baik dibenci, hanya menjadi diri seorang. Ketimbang menjadi kepalsuan semata-mata untuk disukai cucu adam lain.”

77. “Aku benci basyar bermuka dua. Sulit memutuskan muka mana nan harus kutampar justru dahulu.”

78. “Apa gunanya berusaha terlihat cakap jika aslinya hatimu busuk.”

79. “Detik temanmu sudah melupakan jasa-jasamu. Di situlah kita sempat mana teman yang baik untukmu berteman.”

80. “Takdirnya semua individu ki belajar sebelum memonten orang tidak. Tidak ada orang yang sok suci menghakimi sesamanya.” – Mario Teguh

81. “Aku benci dengan orang yang mengatakan benci seseorang, namun ia masih menghindari dan bergaul bersama.”

82. “Arwah memang tentang sandiwara, namun kebanyakan bani adam buruk internal aktingnya.”

83. “Seperti aforisme ‘tong kosong berbunyi nyaring’. Sikapmu membuatku beriktikad akan pepatah itu terserah lega dirimu.”

84. “Orang yang jago bercengkerama, tapi tindakannya tidak khusyuk nyata. Yang tertentang hanyalah kebodohannya hanya.”

85. “Kita memang hidup kerjakan kala nanti sekadar tak akan dapat menghindar berpunca zaman dulu, jadi jangan munafik.”

86. “Terserah turunan yang sibuk nyari kesalahan insan lain tanpa ingat dirinya seorang banyak pelecok.”

87. “Tak terlazim kau ceritakan apa yang mereka beberapa tentangku. Ceritakan bagaimana mereka bisa dengan nyaman mengatakannya padamu.” – Jay Z

88. “Kian baik sedikit nakal tapi andal, tinimbang cak asal-asalan imani dan bermuka dua.”

89. “Aku tidak punya energi cak bagi bohongbohongan menyukaimu hari ini.”

90. “Seseorang dinilai berbunga tindakannya, bukan omong kosongnya.”

91. “Pecundang adalah sosok yang hanya berani ngomong di bokong.”

92. “Itu bibir atau comberan sih, suka bener ngomongin hal-hal yang buruk tentang orang bukan.”

93. “Berhentilah bersikap seolah-olah tahu segalanya, kecuali namamu adalah google.”

94. “Sekiranya ingin membuat khalayak tertambat, ciptakan lah hal nan spesifik, bukan menyebar kepalsuan yang berperilaku picik.”

95. “Kata ‘p versus’ yaitu stempel yang bisa dicoba siapa pun. Dan kaulah yang menentukan siapa nan paling pantas memakainya.” – Carlos Wallace

96. “Jaman waktu ini memang susah bedain mana yang tulen dan mana yang modus. Jeli ketuker!”

97. “Orang inkonsisten itu adalah orang yang memiliki resep sadar yang rendah, buktinya dia akan tengung-tenging apa yang baru saja di katakan.”

98. “Perkataanmu membuatku yakin bahwa kelakuanmu tidak makin baik darinya.”

99. “Kalau kepingin mengurusi hidupku, jangan lupa sekalian tanggung biayanya.”

100. “Waktuku habis karena mendengarkan omong nol darimu.”

101. “Seseorang mengalungkan topeng, lalu lama-lama wajahnya jadi menyetimbangkan dengan topeng nan dipakai.” – George Orwell

102. “Daripada berbicara ngelantur ngalor ngidul nggak jelas. Makin baik belajar perlahan-lahan abnormal, biar IQ-mu yang rendah tidak seperti itu tampak.”

103. “Rasa sirik hati dan ketidakjujuran berawal berusul rasam munafik.”

104. “Memufakati kesalahan dan lamar maaf jauh lebih gagah dan terhormat daripada muter-muter cari alasan dan berlaku angkuh ceria.”

105. “Kebenaran hanya eigendom Sang pencipta amung. Jika ia merasa rajin sopan, maka sira merasa lebih baik dari Allah.”

(brl/guf)

(brl/guf)

Source: https://www.brilio.net/wow/40-kata-kata-sindiran-halus-buat-orang-munafik-penuh-makna-191018h.html




banner

×