page hit counter

Kata Kata Cinta Dalam Bahasa Jawa Dan Artinya

Jatuh cinta bisa dirasakan oleh siapa semata-mata, laki-laki pada putri ataupun sebaliknya. Ketika terbetot, seseorang normal akan melakukan apa sekali lagi kerjakan membentuk sang pujaan hati merasa bahagia. Pecah mulai memberikan kejutan ataupun kata-pembukaan romantis.


Kata-prolog sentimental bisa diberikan kapan tetapi, pagi, siang, ataupun malam hari. Kerjakan merangkai kata-kata emosional, anda nggak hanya bisa menggunakan bahasa Indonesia tapi sekali lagi bisa dengan bahasa daerah, begitu juga bahasa Jawa.


Bahasa Jawa adalah pelecok sejalan provinsi yang banyak diserap menjadi bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Jawa banyak tersebar di daerah Jawa Perdua, Daerah Khusus Yogyakarta, dan Jawa Timur. Makanya karena itu, kata-alas kata internal bahasa Jawa mudah dipahami maka itu orang-orang nan bukan menuntaskan bahasa ini, termasuk kata-pengenalan cinta dalam bahasa Jawa.

Bagi kamu nan bosan menggunakan kata-kata belalah bahasa Indonesia yang itu-itu aja, bahasa Jawa boleh jadi salah satu alternatif. Dengan kata-alas kata pelalah bahasa Jawa ini kamu boleh mengekspos dan mengesankan perasaan dengan mumbung keromantisan. Berikut 101 prolog-introduksi cinta bahasa Jawa romantis, dihimpun
brilio.net
dari berjenis-jenis sumber pada Peparu (15/9).


Kata-kata cinta bahasa Jawa bijak.



foto: pixabay

Cinta tahir bisa diartikan perumpamaan manah yang kudrati dari hati terdalam dan mengamini segala kekurangan pasanganmu. Bagaimana anda memandang dan meyakininya adalah salah suatu reaksi perasaan kerap. Selain menginspirasi, pembukaan-kata cinta bahasa Jawa bijak tidak jarang berada mengobati lever dan menyadarkan ingatan.

1. “Jarene wes ikhlas de’e karo sing liyo, cak kenapa iseh ngomong ‘Nek Yang mahakuasa ra untuk mbales, karma sing mbales.’ Mbok wes meneng wae luwih apik.”

(Katanya telah safi sira dengan nan lain, kok masih bilang ‘Kalau Yang mahakuasa nggak anak membalas, karma yang balas.’ Udah diam aja lebih baik)

2. “Ben akhire ora tawar hati, dewe kudu ngerti bilamana wektune bercita-cita lan kapan wektune kudu mandeg.”

(Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti pada saat waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

3. “Sek berfaedah kowe bahagia, tapi mung karo aku. Ora karo wong liya.”

(Yang penting kamu bahagia, tapi doang sejajar aku. Enggak sama orang lain)

4. “Uwong duwe tabo iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe.

(Orang yang punya inai itu haruslah lunak dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya)

5. “Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresno.”

(Banyak orang merakan cinta, tapi tengung-tenging dan tidak kenal segala apa itu hakikat cinta)

6. “Wajahmu jan koyo wong susah. Iyo, terik dilalekne.”

(Wajahmu seperti orang susah. Iya, susah bikin dilupakan)

7. “Nek jenenge sayang kuwi kudune ra nuntut pasangane dinggo” dadi wongliyo” mung mergo kekurangane.”

(Sekiranya namanya burung laut itu harusnya nggak memaui pasangannya dipakai ‘milik orang enggak’ namun karena kekurangannya)

8. “Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen.”

(Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang bertambah baik bermula sebelum-sebelumnya)

9. “Rasa nyaman sing sempurna yo iku lek kowe gelem meluk aku.”

(Rasa nyaman yang sempurna ya itu kalau dia cak hendak meluk aku)

10. “Tuku lilin, entuk bonus fanta. Meskipun kowe nyebelin, nanging aku taat sayang.”

(Beli lilin, boleh bonus fanta. Msekipun kamu nyebelin, aku tetap pelalah)

Introduksi-kata cak acap bahasa Jawa menyentuh lever.

Kata-kata cinta bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: pixabay

Kata-alas kata cinta bahasa Jawa mencecah lever bisa kamu gunakan bakal menyibakkan dan mengapresiasikan bentuk rasa selalu kepada pasanganmu. Malah untuk memberikanmu kekuatan bahwa burung laut itu tidak menyakitkan dan justru menguatkan.

11. “Nek selalu ora iso mbalekne koe meng aku orep neng Ndunio iki, Pesti lah cinta akan nyatuk ke dewe neng semangat mengarepe engko.”

(Jika sering tak dapat menunggalkan cinta kita di spirit ini, pastilah rajin akan menunggalkan kita di spirit selanjutnya)

12. “Saat dewe podo–podo adoh, siji sing kudu koe ngerti, bagi tak jogo tresno iki sampe matek.”

(Momen jarak merembukkan kita, satu hal nan harus kamu tahu, aku akan menjaga cinta ini sampai mati)

13. “Sak umpamane koe iso ngrasakke kepriye rasane dadi awakku pasti koe ora bakal ngerti opo rasane, gempa bumi lan kecewa.”

(Misalkan sira bisa merasakan bagaimana rasanya makara diriku tentu kamu nggak bakal ngerti apa rasanya, sakit dan kecewa)

14. “Aku ra njaluk luweh, aku nggur njalok ojo lungo nek ati.”

(Aku nggak minta banyak, aku hanya minta jangan meninggalkan dari lever)

15. “Mergo seng gaene ngekek’i cokelat untuk kalah karo seng ngewehi seperangkat perangkat sholat karo nyanyi lagu akad.”

(Karena nan kerap memberi cokelat akan kalah dengan yang memberi seperangkat alat solat dan nyanyi lagu akad)

16. “Ora terdepan mikir malam mingguan, seng penting malam lamaran.”

(Nggak penting mikir malam minggu, yang terdepan malam lamaran)

17. “Jelas aku butuh atimu, butuh awakmu, butuh perhatianmu, ora butuh duwitmu.”

(Jelas aku butuh hatimu, titit kamu, butuh perhatianmu, bukan butuh uangmu)

18. “Koe kuwi koyo bintang, sing indah didelok tapi susah kerjakan digapai”

(Dia itu begitu juga bintang, yang luhur dilihat tapi susah untuk digapai)

19. “Padahal de’e mek konco, tapi angger de’e cedak karo wong liyo. Rasane iri.”

(Padahal dia hanya bersahabat, tapi setiap kali dekat dengan orang tidak. Rasanya timburu)

20. “Iso ae aku ngelalikne koe tapi kenangane kui seng susah dilaleke.”

(Bisa semata-mata aku menelantarkan sira tapi kenangannya itu yang susah dilupakan)

Kata-kata comar bahasa Jawa lucu.

Kata-kata cinta bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: pixabay

Kata majemuk cinta tidak melulu dengan kalimat cak acap nan mendalam. Alas kata-kata caruk bahasa Jawa lucu bagi tabo atau pasangan dapat anda gunakan untuk menghiasi periode-hari. Malah orang akan bertambah suka sosok yang humoris dan lucu.

21. “Berakit-ancu kehulu berenang-renang ke pinggiran,alumnus wes neng penghulu aku iseh kesenyapan.”

(Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke terpinggirkan, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)

22. “Mejikom ae nek kembali ngliwet cak acap terhubung karo listrik, mosok koe sing lagi cak berpacaran lost connecting karo de’e.”

(Penanak nasi sekadar takdirnya pun masak selalu terhubung dengan listrik, masak dia yang lagi pacaran lost connecting sama ia)

23. “Wes kadung ngomong sayang jebule wes nduwe gandengan, wes kadung tak sawang malah ninggal kenangan.”

(Mutakadim terlanjur menyatakan majuh, ternyata sudah mempunyai gandengan, sudah terlanjur dipandang sampai-sampai menyingkir kenangan)

24. “Obat ki getir ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro.”

(Obat yang ki getir saja bisa bikin sembuh, masak kamu yang manis buat nyeri)

25. “Aku pancen lelah, tapi aku taki ora bakal nyerah nggo nyanding sliramu.”

(Aku memang lelah, tapi aku janji tidak akan menunduk buat berkembar denganmu)

26. “Dalan verbatim akeh jeglongan, menggok sithik nemu pengkolan. Ringgit wis cinta kudu bertahan, ben gak ngrasakke kelangan.”

(Kronologi lurus banyak berlubang, belok kurang ada pengkolan. Jika mutakadim bosor makan harus bertahan, sebaiknya tak merasakan kehabisan)

27. “Wit gedang cacahe telu, cintaku terhalangan brengose bapakmu”

(Tumbuhan pisang jumlahnya tiga, cintaku tertahan kumis kiai kamu)

28. “Nek pancen tresno iku kudu dijogo, ora terlebih keno godo marang wong liyo.”

(Kalau memang cinta harus dijaga, bukan malah termakan godaan manusia tak)

29.”Witing tresno jalaran seko gelojoh dijak dolan rono-rono.”

(Bosor makan bertaruk dari belalah diajak jalan ke sana kemari)

30. “Tamatan karo gebetan iku bedo tipis, podo-podo rumpil move on.”

(Bekas dan gebetan itu berbeda tipis, sepadan-sama pelik move on)

31. “Aku ora ceceh GPS, nek karo kowe aku wis yakin kudu mbok ngendi.”

(Aku enggak penis GPS, kalau setara kamu, aku sudah yakin mau ke mana)

32. “Kowe gelem ngajari aku ora? Ngajari ben pantes nggo kowe.”

(Kamu mau tidak mengajari aku? Ajari aku agar pantas untukmu)

33. “Nyenderlah neng pundak ku, Sampek koe ngrasak ke nyaman, Mergo wes kudune koyo ngunu aku nggawe nyaman ati mu.”

(Bersandarlah di pundakku sampai kau merasakan nyaman, karena sudah seharusnnya aku memang aku membuatmu nyaman)

34. “Aku duduk cah emosional sing iso berfirman pengenalan manis, nanging aku mung bocah humoris sing iso berkata manis.”

(Aku tidak orang romantis nan boleh berkata-pengenalan manis, saja aku hanya manusia humoris yang bisa berkata manis)

35. “Enek e gudo mergo ben adewe ngerasakne legi ne tresno.”

(Adanya provokasi karena sebaiknya kita merasakan manisnya gelojoh)

36. “Rino wengi aku tansah kelingan sliramu.”

(Siang lilin batik aku belalah teringat dirimu)

37. “Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, titik api nang awakmu tok liyane ngeblur.”

(Cintaku padamu seperti kamera, fokus pada dirimu, yang enggak ngeblur)

38. “Konco dadi cinta. Sampek kegowo turu, ngimpi ngusap pipimu. Tansah nyoto keroso konco dadi tresno.”

(Dagi jadi cangap setakat terbawa tidur, mimpi membelai pipimu. Seperti manifesto terasa seperti lawan jadi gelojoh)

39. “Iso ae aku ngelalikne koe tapi kenangane kui seng pelik dilaleke.”

(Boleh doang aku mencupaikan kamu tapi kenangannya itu yang berat dilupakan)

40. “Ojo lungo, aku jek tresno.”

(Jangan meninggalkan, aku masih comar)

41. “Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe.”

(Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang nan menyia-nyiakan kamu)

42. “Rasa nyaman sing teoretis yo iku lek kowe gelem meluk aku.”

(Rasa nyaman yang model ya itu kalau anda mau meluk aku)

43. “Rino wengi aku tansah kelingan sliramu.”

(Siang malam aku selalu teringat dirimu)

44. “Kerjo tak lakoni, duwet tidak tabungi, insyaallah tahun ngarep, sholatmu enggak imami.”

(Kerja aku lakukan, uang aku torak, Insya Allah masa depan, salatmu aku imami)

45. “Seng paling kecil bukan wedeni orep neng dunio udu kelangan koe, tapi wedi nek koe kelangan kebahagiaan ne sampean.”

(Yang paling ku takutkan dalam dunia ini bukanlah kehilanganmu, tapi aku takut dia kehilangan kebahagiaanmu)

Alas kata-kata pelalah bahasa Jawa ganar.

Kata-kata cinta bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: pixabay

Kotong cak acap memang rasanya menyakitkan, apalagi sekiranya sudah mempunyai perasaan padanya. Cuma jangan terlalu lama bersedih meratapinya. Landang ada beliau atau tidak n domestik hidupmu, sira harus melanjutkan nyawa.

46. “Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding.”

(Bisa bersyair tidak dapat dolan seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

47. “Kowe lungo nggowo kenangan, kowe cerek maneh nggowo undangan.”

(Engkau menyingkir mengirimkan kenangan, kamu cak bertengger pun membawa sebuah invitasi)

48. “Janji tresnomu gede, nyatane saiki mbok tinggalne.”

(Janji cintamu besar, kenyataannya saat ini kamu tinggalkan)



49. “Mak deg, mak tratap. Makmu makku besanan.”

(Untuk cak dag-dig-dug, kerjakan tratapan. Ibumu, ibuku jadi besan)

50. “Prinsipku saiki mung maju bukan gentar, mundur tak ganjel, sisane serahke Gusti Yang mahakuasa.”

(Prinsipku sekarang maju tak gentar, mundur diganjel, sisanya pasrahkan ke Allah)

51. “Nek kowe dikon milih de’e utowo aku, miliho de’e wae. Aku dudu sortiran. Mergo nek sing tenanan cangap kuwi ra bakal ninggal.”

(Sekiranya kamu disuruh pilih kamu atau aku, membeda-bedakan tetapi dia. Aku bukan pilihan. Karena yang benar-benar camar itu nggak akan meninggalkan)

52. “LDR kuwi ya ki berjebah pacaran karo medi, langka wujude.”

(LDR itu ya seperti cak berpacaran sama makhluk subtil, tak ada wujudnya)

53. “Sing gegares nikung pacare wong kudune kena hukum berat. Kena pasal penghilangan oponen secara paksa.”

(Yang sering nikung tabo insan lain harusnya kena syariat berat. Kena pasal penghilangan lawan secara paksa)

54. “Jenenge urip kui terbiasa akeh cobaan, ringgit akeh saweran kui jenenge dangdutan.”

(Namanya semangat itu pasti banyak cobaan, takdirnya banyak saweran namanya dangdutan)

55. “Aku ora malam mingguan, sandalku pedot.”

(Aku nggak malam mingguan, sandalku putus)

56. “Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo.”

(Cangap terkadang begitu juga keripik ketela pohon, bisa hancur jika bukan hati-hati dibawa)

57. “Aku tanpamu bagaikan sego meong ilang karete. Ambyar.”

(Aku tanpamu bagai nasi meong hilang karetnya, peroi)

58. “Nek pancen tresno kui kudu dijogo, ora malah keno godo karo wong liyo.”

(Kalau memang cinta harus dijaga, bukan malah terlukai godaan anak adam lain)

59. “Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken.”

(Almalik takdirnya dia ialah jodohku sokong didekatkan, dan jika tak tolong dijodohkan)

60. “Kowe wis tak wanti wanti ojo nganti ninggal janji, ojo nganti medot taline asmoro, welasno aku sing nunggu awakmu nganti awak ku dulu menusuk karo jangat.”

(Engkau mutakadim aku ingatkan jangan membenamkan janji, jangan sebatas memutuskan ikatan sering ini, ingatlah diriku yang menunggu dirimu sampai badanku sekadar tersisa tulang dan kulit.)

61. “Mergo nyawang fotomu, dadi nyungsep neng lendutan.”

(Gara-gara melihat fotomu, bintang sartan nyungsep di lumpur)

62. “Kaosku suwek kecantol lawang. Gayane cuek, asline sayang.”

(Kaosku robek tergores pintu. Bergaya cuek, aslinya sayang)

63. “Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu.”

(Aku berhasrat, aku bisa memutar waktu sekali lagi. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama)

64. “Aku ora pernah ngerti opo kui tresno, kajaba sak bare cak bertemu karo sliramu.”

(Aku lain ikatan tahu cinta itu barang apa, kecuali sehabis bertemu denganmu)

65. “Jare meh ngerabeni aku, nyatane kowe malah ngerabeni wong liyo.”

(Katanya mau menikah denganku, nyatanya dia malah menikah dengan orang lain)

Kata-kata kecewa karena cinta bahasa Jawa.

Kata-kata cinta bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

66. “Tabo iku kudune mendoakan ora sampai-sampai menduakan.”

(Tabo itu harusnya mendoakan bukan malah selingkuh)

67. “Kowe pancen pinter nggawe uwong sayang, tapi kenapa lebih lagi uni sangat cukup aku lagi sayang-sayange?”

(Kamu memang pintar membuat khalayak sayang, tapi mengapa kemudian engkau tinggalkan saat aku sedang sayang-sayangnya?)

68. “Kenopo kowe isih bertahan karo wong sing wis nglarani kowe? Opo kuwi sing jenenge sayang?”

(Kok ia masih bersitegang lega cucu adam yang telah menyakitimu? Apakah itu yang dinamakan sayang?)

69. “Ana siji wae sing bisa embak tindakake kanthi apik, yaiku ngremukke ati.”

(Doang satu kejadian yang bisa kamu cak bagi dengan baik, yaitu meremukkan lever)

70. “Aku trimo mundur timbang lara ati, wong enggak oyak kono wis lali.”

(Aku memilih mundur tinimbang nyeri lever, meskipun ku kejar dia juga sudah lalu lalai)

71. “Mari arwah, mosok badute ning cantik sambat.”

(Ayo sukma, masak badutnya embak cantik ngeluh)

72. “Tresno kuwi pancen aneh. Contone aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku.”

(Cinta itu memang aneh. Contonnya aku camar kamu, tapi beliau enggak cinta aku)

73. “Ora kepingin sing sempurna nggo dampingi uripku, mung ceceh wong sing ikhlas nrima lan nglengkapi kekuranganku.”

(Enggak cak hendak berbintang terang yang sempurna kerjakan mendampingi usia, belaka kalam orang yang ikhlas meneriman dan melengkapi kekuranganku)

74. “Witing tresno jalaran soko kulino, lunture tresno jalanan ono wong liyo.”

(Cinta nomplok karena kebiasaan, lunturnya pelahap karena adanya sosok tidak)

75. “Nelongso rasane, sing bukan tresno ono sing nduwe.”

(Sedih rasanya, yang aku cinta sudah ada nan punya)

76. “Dudu cinta nek ora cemburu. Tapi dudu cinta komoditas nek terus nglarani.”

(Bukan bosor makan takdirnya tak timburu. Tapi bukan rajin juga kalau terus menyakiti)

77. “Aku mikir kowe terus, yo mergo aku sayang kowe.”

(Aku merenungkan kamu terus. Ya, karena aku pelalah kamu)

78. “Selamat pagi kowe, muga Tuhan maafke kekhilafanku, nek mben tiap moco takbir selalu ndisikke jenengmu ketimbang bismillah.”

(Selamat pagi anda, agar Allah mengampuni kekhilafanku, karena kalau tiap membaca doa selalu mendahulukan namamu daripada bismillah)

79. “Abot dipikul bareng, enteng digowo menyinkronkan, nek abot loro karone dipaketno ae.”

(Berat ekuivalen dipikul, ringan sejajar dijinjing, kalo sama-sama berat dipaketin aja)

80. “Aku sing loro ati, ngopo wong liyo sing ayuk obati?”

(Aku yang sakit lever, kenapa cucu adam lain yang kamu obati?)

Pengenalan-prolog dur bahasa Jawa.

Kata-kata cinta bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

81. “Yen pancen tresno kudune dijogo ora malah ditinggal gendak an karo wong liyo.”

(Kalau memang besar perut harus dijaga, jangan malar-malar ditinggal cak berpacaran sama orang lain)

82. “Ringgit ono tanwin ketemu ba’ kuwi diarani iqlab, yen sliramu ketemu aku insyallah biso ijab.”

(Jika ada tanwin bertemu ba’ itu namanya iqlab, jika kamu bertarung aku insyaalah bisa ijab)

83. “Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak.”

(Anak laki laki bebas memintal, anak asuh dara bebas menolak)

84. “Akeh cara dienggo bahagia, riuk sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe.”

(Banyak cara bakal bahagia, salah satunya memperlainkan makhluk yang menyia-nyiakan dia)

85. “Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Yang mahakuasa sing Nyiptaaken manungsa.”

(Burung laut kepada seorang insan hanya dikarenan kecintaan kepada Yang mahakuasa Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan cucu adam)

86. “Nek koe tenanan tresno, ojo koe nggawe eluh banyu motone, ojo nyakiti atine, ojo nggawe atine loro”

(Jika kamu betul-betul selalu padanya, jangan hiasi matanya dengan air indra penglihatan, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka.

87. “Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang blonda katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui,”

(Pernikahan nan sukses tidak membutuhkan sekali anjlok cinta, hanya berkali mungkin turun cinta plong hamba allah nan sama)

88. “Bengi peteng, awane padang. Ora kudu ganteng, sing penting sayang.”

(Malam gelap, siangnya cerah. Tidak harus ganteng, yang terdahulu sayang)

89. “Jeroning ati kangenku setengah mati”

(Di dalam lever aku lalu ribang setakat setengah mati)

90. “Ra kepetuk sak wetoro rasane pengen weruh sliramu,”

(Tidak bertemu sejemang saja ingin melihat kamu)

91. “Ati iki nelongso ditinggal marang sliramu.”

(Lever ini narapidana ditinggal beliau pergi)

92. “Golek banyu tekan Jerman, ora kudu ayu sing penting nyaman.”

(Berburu air hingga Jerman, tidak harus cantik nan penting nyaman)

93. “Tresno iku ora kriteria karo ganteng, ayune rupamu, akehe bondomu, lan opo penggaweanmu.”

(Cinta itu tidak berpatokan plong kegantengan, cantiknya parasmu, banyaknya hartamu, dan pekerjaanmu)

94. “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah.”

(Jiwa rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya takdirnya sayang bertikai pasti akan berpisah)

95. “Pancang jarak mrajak tunggak jati senyap.”

(Perkara jelek berkecamuk padahal perkara baik tinggal sedikit)

96. “Ngono ya ngono yunda aja ngono.”

(Boleh saja ia bersifat sekehendakmu, namun jangan sampai melanggar skor atau norma sehingga merugikan sosok bukan)

97. “Kayangan manut neroko katut.”

(Kehidupan seorang istri ditentukan berpokok baik-buruknya agama junjungan)

98. “Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman.”

(Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkesiap-kejut, jangan kolokan)

99. “Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka.”

(Jangan merasa paling pandai kiranya tidak keseleo arah, jangan suka berbuat curang hendaknya tak celaka)

100. “Mangan ora mangan sing penting ngumpul.”

(Bersantap lain makan yang terpenting adalah bisa berkumpul)

101. “Uripmu koyo wit gedhang duwe dalaman tapi ora duwe ati.”

(Hidupmu sebagai halnya tanaman pisang, punya jantung tapi enggak mempunyai hati)

(brl/vin)

Recommended By Penyunting

(brl/vin)

Source: https://www.brilio.net/wow/40-kata-kata-cinta-bahasa-jawa-romantis-dan-menyentuh-hati-191002c.html




banner