Doa Sebelum Belajar Di Pesantren

Menuntut ilmu merupakan sebuah barang bawaan cak bagi tiap-tiap muslim dan muslimah. Dan setiap santri tentu menginginkan prestasi yang melebihi teman-temannya. Hal ini wajar bahkan dianjurkan, karena berlomba-lomba intern kurnia yaitu satu dedikasi. Sejenis itu juga menginginkan memiliki ilmu yang selevel dengan teman nan kian juru.

Rasul ﷺ bersabda:

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

Artinya: “Tidaklah menginginkan hoki orang bukan itu peristiwa yang baik kecuali dalam dua peristiwa; seseorang yang diberi Allah pemahaman Al Alquran kemudian beliau selalu membacanya sepanjang tahun, dan malam. Lampau tetangganya mendengar dan berkata: Seandainya aku diberikan kenikmatan yang sama, nisacaya aku akan mengamalkan kejadian nan seimbang.

Dan seseorang yang diberi Allah harta yang banyak dan beliau menghabiskan hartanya untuk keistimewaan. Adv amat orang lain yang mengetahuinya bertutur: Takdirnya aku diberikan kenikmatan yang sekelas niscaya aku akan berbuat kejadian yang sama.”

Karena alasan tersebut, sudah lalu sememangnya sendiri santri berusaha keras dalam menuntut mantra. Baik manuver secara dhohir maupun bathin. Usaha secara jasmaniah bisa dilakukan sendiri peserta dengan prinsip sparing dan cangap haus akan ilmu sehingga dia tidak ikatan bosan ataupun terbang arwah dalam memahami sebuah ilmu.

Sementara usaha bathiniah bisa dilakukan dengan cak acap melakukan ratib sebelum membiasakan dan pula doa pasca- belajar. Tak cuma itu, melipatkan istighfar, meninggalkan maksiat dan dosa, dan burung laut dalam keadaan memiliki wudhu momen belajar dan mengaji ialah usaha batin yang diyakini para jamhur shaleh perumpamaan tips mujarab menghasilkan hobatan.

Takbir Sebelum Sparing dan Artinya

Banyak sekali wirid sebelum berlatih yang normal dibaca maka itu para ulama shaleh, dan cerdik pandai-ulama Nusantara. Dia dapat mengamalkan pelecok satunya, atau bisa juga mengamalkan seluruhnya.

Berikut ini adalah rangkuman daftar doa sebelum sparing arab, latin dan terjemahnya:

اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ ﭐلأَرْضِ بِنُوْرِ شَمْسِكَ وَقَمَرِكَ أَبَدًا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Allohumma nawwir qolbi binuri hidayatika kama nawwartal ardlo binuri syamsika waqomarika abadan, birohmatika ya Arhamarrohimiin.

Artinya: “Ya Sang pencipta terangilah lever kami dengan cahaya wangsit-Mu sebagaimana Sira terangi manjapada dengan kilat rawi-Mu dan rembulanMu selamanya, wahai Dzat Nan Paling kecil Mengasihi”


اَللَّهُمَّ أَخْرِجْنِيْ مِنْ ظُلُمَاتِ ﭐلوَهْمِ وَأَكْرِمْنِيْ بِنُوْرِ ﭐلفَهْمِ وَﭐفْتَحْ عَلَيَّ بِمَعْرِفَتِكَ  وَسَهَّلْ لِيْ أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Allohumma akhrijni min dhulumatilwahmi wa akrimni binuurilfahmi waftah ‘alayya bima’rifatika wa sahhil li abwaaba fadllika ya Arhamarrochimiin.

Artinya: “Ya Halikuljabbar, keluarkan saya berpunca gelapnya pemahaman keliru, dan muliakan saya dengan sinar ilmu, dan bukakan ma’rifatMu untukku, dan mudahkan untukku segala pintu anugerah-Mu, duhai Yang Minimum Penyayang Diantara Para Pengasih.”


اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا فُتُوْحَ ﭐلعَارِفِيْنَ وَارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّـيْنَ وَإِلْهَامَ ﭐلمَلاَئِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحمِيِْنَ

Latin: Allohumma iftah ‘alaina futuuchal ‘arifiin warzuqna fahmannabiyyin wa ilhaamal malaaikatil muqorrobiin birochmatika yaa Archamarrochimiin.

Artinya: “Ya Allah, bukakan gapura lever kami sebagai halnya Kamu membeberkan pintu hati para arifin, karuniakan kepada kami kepahaman para nabi, dan ilham para malaikat nan agung,
dengan Kasih-Mu Aduhai Tuhan Nan Maha Pemurah Pula Maha Penyayang.

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

Latin: Robbisyroch lii shodri wayassir li amri wachlul ‘uqdatan min lisaani yafqohuu qouli

Artinya: “Ya Rabb, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku agar mereka memahami ucapanku.”

Selain doa-zikir di atas, Anda juga bisa mengamalkan doa sebelum membiasakan dari al-Arif Billah KH Mas Ahmad Muhajir Basyaiban nan beliau runtutkan dari Nadlom Jaljalut Shughro. Doa ini normal diamalkan oleh para santri sira, termaktub santri PONPES Putri Hikmatun Najiyah dan dibaca tiap kali akan mengaji. Berikut ini doanya:

بَدَأْتُ بِبِسْمِ اللهِ رُوْحِيْ بِهِ اهْتَدَتْ ۞ أِلَى كَشْفِ أَسْرَارٍ بِبَاطِنِهِ انْطَوَتْ

وَاَحْيِ أِلهِي الْقَلْبَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ ۞ بِذِكْرِكَ يَاقَيُّوْمُ حَقًا تَقَوَّمَتْ

أَجِدْ يا إلهي فيه عِلْمًا وَحِكْمَةً ۞ وَطَهِرْ بِهِ قَلْبِي مِنَ الرِجْسِ وَالْغَلَتْ

وَصُبَّ عَلَى قَلْبِيْ شَآبِيْبَ رَحْمَةٍ ۞ بِحِكْمَةِ مَوْلاَنَا الْحَكِيْمِ فَأُحْكِمَتْ

وََيَسِّرْ أُمُوْرِيْ يا مُيَسِرْ وَأَعْـطِنِي ۞  مِنَ  العِزِّ وَالعُلْيَاءِ عِزًا تَسَـامَيَت

Latin:

Bada’tu bibismillahi ruuhi bihi-htadat ۞ Ila kasyfi asroorin bibaathinihin thowat

Wa ahyi ilaahil qolba min ba’di mautihi ۞ Bidzikrika ya Qoyyumu chaqqon taqowwamat

Ajid ya Ilaahi fiihi ilman wa chikmatan ۞ wa thohhir bihi qolbi minarrijsi wal gholat

Washubba ‘ala qolbi sya-aabiiba rochmatin ۞ Bichikmati maulaanal chakiimi fa-uchkimat

Wa-yassir umuuri ya Muyassir wa a’thini ۞ Minal ‘izzi wal ‘ulyaa-i ‘izzan tasaamayat

Artinya: “Aku awali belajarku ini dengan memanggil Asma Yang mahakuasa, lantaran keberkahannya jiwaku akan bernasib baik petunjuk internal menyingkap sirri-sirri (rahasia-rahasia) yang terkandung dalam Asma-Nya,

Ya Rabb! Hidupkan hatiku setelah kematiannya dengan berdzikir kepada-Mu Yang Maha Mengatak Segalanya hendaknya hatiku mudah mengakuri kebenaran.

Ya Rabb! Wujudkan ilmu dan hikmah dalam hatiku, dan dengan ilmu sucikanlah ia dari kekotoran akidah yang keliru dan juga kesalahan.

Curahkan heterogen curahan rahmat-Mu di hatiku, dengan keberkahan hikmahmu Tuhan Yang Maha Bijaksana, hatiku dipenuhi hikmah kebijaksanaan.

Mudahkan apa urusanku duhai Yang Maha Melincirkan Segala Urusan, dan berilah aku jalal dan keagungan sehingga hatiku agung dan bertata cara luhur.

Doa Sesudah Berlatih dan Artinya

Akan halnya doa sesudah belajar, para ulama dan kiyai-kiyai pesantren lagi memiliki bacaan yang berbeda-cedera. Suka-suka nan mengakhiri kajiannya dengan membaca Surat al Ashr 3 kali, ada juga yang mengahirinya dengan referensi Nadlom Burdah:

مَوْلآيَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا ۞ عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ اْلخَلْقِ كُلِّهِمِ

هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ اْلآهْوَالِ مُقْتَحَمِ

يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفى َبلِّغْ مَقَاصِدَنَا ۞ وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضى يَا وَاسِعَ اْلكَرَمِ

Latin:

Maulaaya sholli wasallim daa-iman abada ۞ ‘Ala chabiibika khoirilkholqi kullihimi

Huwal-Habiibu lladzi turja syafaa-atuhu ۞ Likulli haulin minal ahwaali muqtahami

Ya Robbi bil Musthofa balligh maqooshidana ۞ Waghfir lana ma madlo Ya Wasi’alkaromi

Artinya:


Rabbana, berilah sholawat dan salam, selamanya, bagi kekasih-Mu Utusan tuhan yang menjadi insan terbaik.

Nabi Muhammad ﷺ merupakan kekasih yang dapat diharapkan syafaatnya (bantuannya) atas semua kesukaran yang dulu musykil .

Ya Rabb! Dengan bertawasul kepada Nabi Muhammad, sampaikan kami kepada tujuan-tujuan kami, dan ampuni segala dosa kami yang telah lewat. Oh Sang pencipta Yang Maha Pemurah.

Namun buat ratib setelah membiasakan yang jamak dibaca di Teratak Perawan Hikmatun Najiyah ialah doa kafarat majelis, doa ini biasa dibaca pasca- selesai kajian.

Berikut ini doa kafarot majelis:

سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ، أسْتَغْفِرُكَ، وأتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhaanaka Allohumma wabichamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaika.

Artinya: Maha Suci Engkau, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada yang mahakuasa nan patut disembah melainkan Engkau, hamba memohon absolusi-Mu dan bertobat kepada-Mu.

Semoga berguna, wallohu a’lam.

Source: https://hikmatunnajiyah.ponpes.id/doa-sebelum-belajar/




banner

×