Bolehkah anak perempuan mendapat warisan lebuh banyak daripada anak alki2

by -10 views


Bolehkah anak asuh perempuan mendapat warisan lebuh banyak tinimbang anak alki2

<\/p>

Artinya: Yang mahakuasa mensyari’atkan bagimu akan halnya (pembagian pusaka cak bagi) anak-anakmu. Ialah: bahagian sendiri momongan lelaki sebagaimana bagahian dua orang anak perempuan; dan takdirnya anak itu semuanya kuntum lebih dari dua, maka bakal mereka dua pertiga dari harta nan ditinggalkan; seandainya anak nona itu koteng sahaja, maka dia memperoleh separo harta. Dan untuk dua manusia ibu-bapa, untuk masing-masingnya seperenam dari harta nan ditinggalkan, jika yang meninggal itu n kepunyaan anak; jika hamba allah yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi makanya ibu-bapanya (sekadar), maka ibunya membujur sepertiga; jika nan meninggal itu n kepunyaan sejumlah saudara, maka ibunya berbintang terang seperenam. (Pengalokasian-pembagian tersebut di atas) pasca- dipenuhi wasiat yang engkau bagi atau (dan) pasca- dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu bukan memahami barangkali di antara mereka yang makin dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah keabadian dari Almalik. Sesungguhnya Halikuljabbar Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.<\/p>

<\/p>

Pelajari Selanjutnya<\/h3>

Materi tentang hukum waris dapat disimak pada link https:\/\/brainly.co.id\/tugas\/14824041<\/p>

<\/strong><\/p>

#BelajarBersamaBrainly<\/strong><\/p>

#SPJ4<\/strong><\/p>

<\/p>"}]”>

Anak asuh cewek berkat
pusaka
kian banyak daripada anak asuh lelaki Lain. Anak asuh dara tidak bisa mendapatkan warisan lebih banyak dari laki-laki karena
warisan
anak cewek mutakadim diatur dalam Al-Qur’an, yaitu ½ dari warisan junjungan-laki. Kejadian ini disebabkan karena anak asuh pria yang akan menjadi kepala keluarga dan momongan laki-suami yang akan menghidupi orangtuanya dan, sedangkan anak perempuan akan ikut dengan suaminya.

Pembahasan

Waris bermanfaat ‘sosok yang berwenang mengamini pusaka (peninggalan) orang yang telah meninggal’. Warisan berarti ‘harta warisan pusaka. Pembagian harta warisan dijelaskan dalam al-qur’an surat an-nisa ayat 11 sampai 12

Surat an-nisa ayat 11

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: Allah mensyari’atkan bagimu mengenai (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak laki-laki begitu juga bagahian dua basyar momongan perempuan; dan takdirnya momongan itu semuanya perempuan makin pecah dua, maka bakal mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; takdirnya anak pemudi itu seorang sahaja, maka ia memperoleh separo harta. Dan bagi dua manusia ibu-bapa, untuk masing-masingnya seperenam semenjak harta nan ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; takdirnya orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (namun), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa tali pusar, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) hamba allah tuamu dan anak-anakmu, beliau tidak memafhumi kali di antara mereka yang makin dempang (banyak) manfaatnya bagimu. Ini yakni kelanggengan pecah Allah. Sesungguhnya Almalik Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Pelajari Seterusnya

Materi adapun syariat waris boleh disimak pada link brainly.co.id/tugas/14824041

#BelajarBersamaBrainly

#SPJ4