Belajar Tanda Baca Bahasa Indonesia

Aksi Pramuka Indonesia


Lambang Kampanye Pramuka
Bimbingan Budi Waseso
Didirikan 14 Agustus 1961
Pembubaran
Negara Indonesia
Biro Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Jalan Medan Merdeka Timur No. 6, Jakarta 10110
Bumi perkemahan Buperta Cibubur, Jakarta Timur
Website www.pramuka.id

Alam Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana, bertambah dikenal seumpama
Propaganda Pramuka Indonesia, adalah stempel organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Prolog “Pramuka” yaitu singkatan berpokok
Praja Muda Karana, yang memiliki kebaikan Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum kependekan ini ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sinuhun Hamengkubuwono IX pecah alas kata “pramuka” (ejaan Jawa latin, dibaca pramuko) nan berguna armada terdepan dalam perang. Dalam Kamus Bausastra Jawa karya W.J.S Poerwadarminta perian 1939, pramuka berjasa pangarep atau lelurah, yang artinya pemimpin.

Pramuka merupakan sebutan buat anggota Usaha Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7–10 periode), Pramuka Penggalang (11–15 masa), Pramuka Penegak (16–20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 waktu). Kelompok anggota yang lain ialah Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di asing lingkungan sekolah dan di asing lingkungan anak bini dalam susuk kegiatan menyedot, menyabarkan, sehat, terkonsolidasi, terarah, praktis yang dilakukan di alam mendelongop dengan Cara Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, nan sasaran akhirnya pembentukan watak, budi pekerti, dan khuluk pekerti mulia. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kurnia, dan perkembangan publik, dan bangsa Indonesia.

Operasi Pramuka dipimpin maka dari itu Komandan Kwartir Nasional, yang saat ini dijabat Komisaris Jenderal Petugas keamanan (Purn.) Budi Waseso.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumur]

Lambang identitas mulai sejak INPO yang berwujud bendera merah dan murni bermatra 84 x 120 cm.

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia mutakadim dimulai sejak hari 1923 yang ditandai dengan didirikannya
(Belanda)
Nationale Padvinderij Organisatie (NPO)
di Bandung.[1]
Di Jakarta, didirikan
(Belanda)
Jong Indonesische Padvinders-Organisatie (JIPO)
sreg masa yang sama.[1]
[2]
Kedua organisasi tunas kelapa lakukan kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi suatu, bernama
(Belanda)
Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO)
di Bandung pada tahun 1926.[1]
Di asing Jawa, para siswa sekolah agama Sumatra Barat mendirikan kepanduan El-Hilaal pada tahun 1928.[3]

Organisasi Kepanduan Indonesia di seputaran tahun 1920-an.

Puas sungkap 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Hari 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan Undang Undang ini, maka Pramuka bukan juga satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi pun diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.[4]

Masa Hindia Belanda

[sunting
|
sunting sumur]

Anggota pramuka pecah Indonesia (pada masa Hindia Belanda) menengah melakukan jambore internasional di Amsterdam, Belanda pada 19 Juli 1937.

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia n kepunyaan “saham” besar dalam rayapan tangkisan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan kewarganegaraan Indonesia. Dalam kronologi pendidikan kepanduan itu terbantah adanya dorongan dan vitalitas lakukan berganduh, hanya terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai maka dari itu adanya cagak “Nederlandsche Padvinders Organisatie” (NPO) lega tahun 1912, yang kapan pecahnya Perang Manjapada I mempunyai markas lautan sendiri serta kemudian berganti merek menjadi “Vereeniging Nederlandsch Indische Padvinders” (NIPV) puas tahun 1916.[2]

Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia yakni Javaansche Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII lega tahun 1916.

Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, sama dengan tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 melongok nama menjadi “Hizbul Wathan” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Selam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan makanya Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan makanya Pemuda Indonesia.

Hasrat bersatu bakal organisasi kepanduan Indonesia masa itu terpandang start dengan terbentuknya PAPI adalah “Rangkaian Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi semenjak Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS puas tanggal 23 Mei 1928.

Federasi ini tidak dapat bersikeras lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).

PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Taktik Rangkaian Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada wulan April 1938.

Antara waktu 1928–1935 bermunculan operasi kepanduan Indonesia baik yang bernapas utama kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang bernapas nasional dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Sultanat (PK), Cahaya Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Padahal yang bernapas agama El-Hilaal, Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Serani), Kepanduan Asas Katolik Indonesia (Suku), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

Misal upaya bagi menggalang kesatuan dan persatuan, Bodi Sendi Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik kerumahtanggaan masa pelaksanaan ataupun stempel kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada copot 19–23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Periode Perang Manjapada II

[sunting
|
sunting sumber]

Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda menyingkir Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, terdaftar gerakan kepanduan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, hidup kepanduan tetap tunu di dada para anggotanya. Karena Pramuka yakni suatu organisasi yang menjunjung tinggi biji persatuan. Oleh karena itulah bangsa Jepang enggak mengizinkan Pramuka di Indonesia.

Masa Republik Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Sebulan sesudah proklamasi kebebasan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat cak bagi membentuk Panitia Ketunggalan Kepanduan Indonesia sebagai satu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepanduan kerjakan seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia.

Kongres nan dimaksud dilaksanakan pada tanggal 27–29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap didikan dan biang keladi serta dikuatkan dengan “Janji Ikatan Sakti”, lalu pemerintah RI mengamini sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Tamadun No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

Tahun-tahun terik dihadapi maka dari itu Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan puas peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 musim diadakan jago merah unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan mengerasi Soeprapto menghadap Tuhan, ranggas sebagai saksi manuver kepanduan di Indonesia. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang tegak,. Hal ini menjorokkan berdirinya perkumpulan enggak sebagaimana Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Akil balig (KIM).

Musim perjuangan bersenjata lakukan mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian pun buat para anggota rayapan kepanduan di Indonesia, kemudian berakhirlah masa pertempuran bersenjata kerjakan menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan itu, sreg waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Badan legislatif II di Yogyakarta plong tanggal 20–22 Januari 1950.

Kongres ini antara tak memutuskan kerjakan menerima konsep yunior, ialah memberi kesempatan kepada golongan khusus bagi memarakkan juga bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia enggak lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia ialah satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, kaprikornus keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

Mungkin agak aneh kembali kalau direnungi, sebab sepuluh musim sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organisasi kepanduan mengadakan konferensi di Jakarta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia.

Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepanduan putera, sementara itu bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-selevel menjawat singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.

Intern peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia nan ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu sreg rontok 10–20 Agustus 1955, Jakarta.

Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu menyelenggarakan seminar semoga dapat gambaran upaya kerjakan menjamin orisinalitas dan kelanggengan nasib kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.

Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan ideal bagi setiap persuasi kepanduan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang suka-suka boleh dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, pemerintah RI, privat situasi ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik “Penasionalan Kepanduan”.

Kalau Jambore bikin putra dilaksanakan di Ragunan Pasar Ahad-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar bakal puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terkabul plong waktu 1959. Pada hari ini lagi Ipindo mengirimkan kontingennya ke Wirakarya Dunia di MT. Makiling Filipina.

Nah, periode-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.

Kelahiran Gerakan Pramuka Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Gerakan Pramuka lahir pada musim 1961, jadi jika akan menyimak meres belakang lahirnya Propaganda Pramuka, cucu adam perlu mengkaji keadaan, hal dan keadaan sreg sekitar perian 1960.

Pecah kata majemuk yang sudah dipaparkan di depan kita tatap bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia masa itu suntuk banyak. Jumlah itu tidak sepadan dengan total seluruh anggota jamiah itu.

Peraturan yang kulur sreg tahun perintisan ini yaitu Kelanggengan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang buram pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam abadiah ini dapat ditemukan Paragraf 330 yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan yakni Pancasila. Lebih lanjut penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui gambar Pemerintah bikin mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian “kepanduan kendati dibebaskan bermula sisa-feses Lord Baden Powellisme” (Pelengkap C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi barang bawaan kiranya Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Presiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan pengambil inisiatif-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bermukim di Istana Negara. Masa Kamis malam itulah Presiden mendedahkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden lagi menunjuk panitia nan terdiri atas Sri Yamtuan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Persawahan Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Musim 1961 sungkap 5 April 1961, tentang Panitia Pengapit Penyelenggara Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan sebagaimana nan disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Suka-suka perbedaan sebutan atau tugas panitia antara orasi Presiden dengan Keputusan Kepala negara itu.

Masih n domestik rembulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Raja (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Nayaka Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Taksiran Pangkal Gerakan Pramuka, andai Lampiran Keputusan Presiden RI Nomor 238 Hari 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Persuasi Pramuka.

Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan adalah:

  1. Kuliah Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan nan terdapat di Indonesia pada copot 9 Maret 1961 di Istana Negara. Keadaan ini kemudian disebut laksana Masa Tunas Propaganda Pramuka.
  2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor
    238 Musim 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Persuasi Pramuka yang menjadwalkan

    Gerakan Pramuka sebagai amung organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak asuh-momongan dan pemuda Indonesia
    , serta mengesahkan Antisipasi Pangkal Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan jalan hidup bagi para aktivis Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Rontok 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Kebangsaan, namun bikin Kampanye Pramuka memiliki arti singularis dan yakni pancang ki kenangan untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Hal ini kemudian disebut misal Hari Permulaan Tahun Kerja.
  3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan nirmala meleburkan diri ke kerumahtanggaan organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Keraton Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut misal Hari Ikrar Gerakan Pramuka.
  4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan Panji-Panji Persuasi Pramuka puas terlepas 14 Agustus 1961.

Selain pelantikan pengurus Gerakan Pramuka, pada sungkap 14 Agustus 1961 pula dilangsungkan defile Pramuka yang berniat kerjakan memperkenalkan secara normal Gerakan Pramuka Indonesia kepada basyar. Sejak itu, tanggal 14 Agustus kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka.[5]

Propaganda Pramuka diperkenalkan

[sunting
|
sunting sumber]

Ceramah Presiden sreg tanggal 9 Maret 1961 juga menggoreskan moga pada peringatan Proklamasi Independensi RI Kampanye Pramuka sudah cak semau dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Kalkulasi Dasar Usaha Pramuka, pimpinan perhimpunan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) nan di dalamnya terdapat Markas Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Kebangsaan Harian.

Jasmani Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 cucu adam di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun dalam realisasinya sama dengan tersebut intern Keppres RI No.447 Perian 1961, terlepas 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 cucu adam dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya andai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Ketua muda I, Sri Ratu Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Temporer itu intern Kwarnas, Sri Emir Hamengku Buwono IX menjabat Komandan dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh perumpamaan Wakil ketua merangkap Pejabat Kwarnari.

Gerakan Pramuka secara jamak diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada copot 14 Agustus 1961 lain saja di Ibu kota Jakarta, tetapi kembali di wadah yang penting di Indonesia. Di Jakarta selingkung 10.000 anggota Persuasi Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan karnaval pembangunan dan defile di depan Kepala negara dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan memunculkan hadiah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Musim 1961) yang diterimakan kepada Ketua Markas Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum parade/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan sungkap 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap waktu diperingati maka itu seluruh jajaran dan anggota Persuasi Pramuka.

SelepasPerbaikan

[sunting
|
sunting sumber]

Pramuka dijadikan ekstrakurikuler wajib pada tahun 2022 dengan adanya Kurikulum 2022. Walaupun demikian, sekolah-sekolah, terutama Sekolah Pangkal, sudah menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib sejak lama sebelum politik ini.[6]
[7]

Lega Juli 2022, pemerintah Indonesia menangguhkan dukungan lakukan Gerakan Pramuka Indonesia setelah Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Adhyaksa Dault menyatakan dukungannya cak bagi Hizbut Tahrir,[8]
karena Hizbut Tahrir bentrok dengan landasan legislatif Indonesia Pancasila.[9]
Bantuan keuangan ditangguhkan menunggu klarifikasi dari Adhyaksa Dault atas kehadirannya di mepet publik Hizbut Tahrir lega tahun 2022 dan temu duga dengan videografer Hizbut Tahrir[10]
nan menyatakan “Kekhalifahan merupakan ajaran Nabi. Kalau Tuhan menuntut, dengan atau tanpa bantuan kita, khilafah akan bangkit. Cara kita siapa berbeda tapi intensi kita seimbang. Itulah mengapa saya di sini. Kita terus membuat perubahan katai. Kita harus membuat perubahan besar. Tatanan bumi harus diubah. Kita harus memaksakan syariah.”[8]

Tujuan

[sunting
|
sunting sendang]

Gerakan Pramuka berujud bagi membentuk setiap pramuka:

  • Memiliki kepribadian yang berketentuan, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, tetap syariat, loyalitas, menjunjung tinggi poin-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat tubuh, dan rohani;
  • Menjadi penduduk negara yang berjiwa Pancasila, tunak, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik, dan berguna, yang boleh membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-setinggi bertanggungjawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup, dan alam lingkungan.[11]

Prinsip dasar

[sunting
|
sunting sumber]

Lambang Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka berlandaskan kaidah-pendirian sumber akar[11]
perumpamaan berikut:

  1. Iman dan takwa kepada Tuhan Nan Maha Esa.
  2. Peduli terhadap nasion dan persil air, sesama nyawa dan bendera seisinya
  3. Peduli terhadap diri pribadinya.
  4. Ki ajek kepada Kode Kesucian Pramuka.

Metode

[sunting
|
sunting mata air]

Metode Kepramukaan[11]
merupakan cara berlatih interaktif progresif melalui:

  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.
  • Membiasakan sambil melakukan.
  • Kegiatan berkelompok, bermitra, dan berkompetisi.
  • Kegiatan yang menyentak, dan menantang.
  • Kegiatan di umbul-umbul terbuka.
  • Keikhlasan cucu adam dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan.
  • Pujian berupa tanda kecakapan.
  • Eceran terpisah antara putra, dan perawan.

Kewargaan

[sunting
|
sunting sumber]

Anggota Kampanye Pramuka[11]
terdiri dari Anggota Muda, dan Anggota Dewasa. Anggota Taruna yakni Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya:

  1. Golongan Siaga ialah anggota yang berumur 7 s.d. 10 perian
  2. Golongan Penggalang merupakan anggota yang berusia 11 s.d. 15 musim
  3. Golongan Penegak yakni anggota nan berusia 16 s.d. 20 tahun
  4. Golongan Pandega merupakan anggota yang berusia 21 s.d. 25 musim

Anggota yang berusia di atas 25 hari berstatus andai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri atas:

Tenaga Pendidik
  • Pembina Pramuka
  • Pelatih Pembina
  • Pembantu Pendiri
  • Pamong Saka
  • Instruktur Saka
Fungsionaris
  • Majikan, dan Andalan Kwartir (Ranting s.d. Nasional)
  • Staf Kwartir (Ranting s.d. Nasional)
  • Majelis Pembimbing (Gugus Depan s.d. Nasional)
  • Pimpinan Saka (Cabang s.d. Nasional)
  • Anggota Gugus Dharma Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka Indonesia punya 17.103.793 anggota (saban 2022),[12]
menjadikan Usaha Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia.

Lambang

[sunting
|
sunting sumber]

Lambang Usaha Pramuka[11]
adalah Taruk Kelambir.

Sifat

[sunting
|
sunting sumber]

Bersendikan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia musim 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat ataupun ciri khas, yaitu:

Kebangsaan

[sunting
|
sunting sumber]

Organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di satu negara haruslah menyepadankan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan, dan keistimewaan mahajana, bangsa, dan negara.

Sejagat

[sunting
|
sunting sumber]

Organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina, dan mengembangkan rasa perikatan, dan persahabatan antara sesama Pandu, dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, kaki dan nasion.

Universal

[sunting
|
sunting sendang]

Kepanduan dapat dipergunakan di mana saja buat mendidik anak-anak dari bangsa apa saja

Lagu

[sunting
|
sunting sumber]

H. Mutahar salah seorang pejuang, pengganti lagu, dan induk bala Pramuka menciptakan sebuah Hymne Pramuka untuk Operasi Pramuka. Lagu itu berjudul Hymne Pramuka. Hymne Pramuka menjadi lagu yang demap dinyanyikan dalam upacara-upacara nan dilaksanakan privat Kampanye Pramuka.

Syair lagu Hymne Pramuka merupakan

Kode kehormatan

[sunting
|
sunting perigi]

Kode keperawanan n domestik Manuver Pramuka terdiri dari tiga janji nan disebut “Trisatya” dan sepuluh moral yang disebut “Dasadarma”. Khusus bakal golongan siaga kode kehormatan terdiri dari dua janji yang disebut “Dwi Satya” dan dua tata susila yang disebut “Dwi Darma”

Trisatya Pramuka

Demi kehormatanku aku berikrar akan bersungguh-sungguh:

  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengerjakan Pancasila
  • Menolong sesama hidup, dan mempersiapkan diri serta membangun publik
  • Memenuhi Dasadarma
Dasadarma Pramuka
  1. Taqwa kepada Sang pencipta Nan Maha Esa.
  2. Cangap Alam, dan kasih cangap sesama basyar.
  3. Patriot nan sopan, dan kosen.
  4. Patuh, dan suka berembuk.
  5. Rela menolong, dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, ekonomis, dan bersahaja.
  8. Kesetiaan, bahadur, dan kukuh.
  9. Berkewajiban, dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam perasaan, mulut, dan perbuatan.


Lencana Kwartir Distrik (masa ini)

[sunting
|
sunting mata air]

Sumatra

[sunting
|
sunting sendang]

Jawa

[sunting
|
sunting sumber]

Kalimantan

[sunting
|
sunting sumber]

Bali dan Nusa Tenggara

[sunting
|
sunting sumber]

Sulawesi

[sunting
|
sunting sumur]

Kepulauan Maluku dan Papua

[sunting
|
sunting sumber]


Lambang Markas Daerah (dulu)

[sunting
|
sunting perigi]

Tatap pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Seragam Pramuka
  • Pramuka Penggalang
  • Pramuka Siaga
  • Pramuka Penegak

Bacaan

[sunting
|
sunting sendang]

  1. ^


    a




    b




    c





    Daya Panduan Museum Sumpah Jejaka. Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. 2009.




  2. ^


    a




    b



    Het Padvindersblad; officieel orgaan der Vereeniging Nederlandsch Indische Padvinders, jrg 20, 1934, no 3, 1934

  3. ^


    Mestika Zed; Amri, Emizal; Edmihardi (2002).
    Sejarah penangkisan kebebasan 1945-1949 di Daerah tingkat Padang dan sekitarnya. Yayasan Citra Budaya Indonesia. hlm. 22. ISBN 978-979-95830-5-5.





  4. ^

    Wakil Presiden Sosialisasikan Undang-Undang Pramuka
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    , tempo interaktif. Diakses puas 27 September 2022.

  5. ^


    “Keppres 104-2004::Pengesahan AD Kampanye Pramuka”.
    ngada.org
    . Diakses sungkap
    2020-09-12
    .





  6. ^


    “Pramuka Menjadi Ekskul Wajib”.
    KOMPAS.com. 20 November 2022. Diakses tanggal
    26 Januari
    2022
    .





  7. ^


    Wibowo, Said Edy (26 Juli 2022). “Ektrakurikuler Wajib Pramuka Pada Kurikulum K13 dan Sebuah Pemikiran”.
    Kumparan
    . Diakses tanggal
    26 Januari
    2022
    .




  8. ^


    a




    b



    http://www.theaustralian.com.au/news/world/indonesian-boy-scout-leader-called-for-sharia-law/news-story/889feb92be1eefc9f06412fb6387363a Indonesian Boy Scout leader called for sharia law

  9. ^


    “Indonesia to disband hardline Islamist group Hizb ut-Tahrir”. Reuters. 8 May 2022. Diakses rontok
    14 May
    2022
    .





  10. ^

    https://www.youtube.com/watch?v=UqgoY7nY0HA Adhyaksa Dault Dukung Khilafah
  11. ^


    a




    b




    c




    d




    e





    Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
    (edisi ke-Hasil Munaslub 2022). Kwartir Kewarganegaraan, Jakarta. 2022.





  12. ^


    “Sensus Pramuka Indonesia”
    (PDF). World Organization of the Scout Movement. Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 2022-08-31. Diakses tanggal
    13 Januari
    2022
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Situs web legal Pramuka Diarsipkan 2022-10-14 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Situs web Pramuka Indonesia
  • (Indonesia)
    Situs web Ensiklopedi Indonesia



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Pramuka_Indonesia




banner

×