Belajar Fotografi Dengan Nikon D3200

Sering saya mendapatkan cak bertanya apakah sebaiknya pemula privat hobi fotografi moga membeli pemotret DSLR pemula maupun yang canggih bertepatan? Saya pribadi menyarankan membeli kamera bakal pemula terlebih dahulu meskipun kita punya dana nan pas cak bagi kamera yang makin panjang lidah.

Alasan berbunga calon pembeli nan cak hendak membeli kodak nan canggih biasanya karena tidak cak hendak ganti-ubah tustel di masa depan, tapi teknologi tustel terus berkembang, upgrade pemotret di tahun depan enggak terelakkan, namun, bagaimana kita bisa tahu bahwa kodak canggih bulan-bulanan kita akan memenuhi kebutuhan fotografi kita?

Rata-rata, nomine perunding peduli dengan kualitas gambar yang dihasilkan. Kamera canggih dianggap dapat membuat foto dengan kualitas yang lebih bagus. Sesungguhnya, seandainya dikaji berbunga kualitas gambar, perbedaan antara kamera DSLR pemula dengan tustel canggih yang memiliki ukuran sensor gambar nan sekelas bukan berbeda atau tidak jauh bedanya. Kodak DSLR Canon 550D, 600D, 60D sampai 7D kualitas gambarnya kurang lebih sama. N domestik situasi ini, teknik fotografi dan kualitas kanta lebih menentukan kualitas gambar.

Fungsi – KEKURANGAN Pemotret DSLR PEMULA

Kamera pemula memiliki antarmuka desain yang makin terbelakang dan ilustratif. Misalnya di Nikon D3200 alias D5200, kita dapat mematamatai ilustrasi bukaan suryakanta momen mengganti nilai bukaannya (f). Angka-angkanya juga lebih komplit, misalnya shutter speed ditulis 1/100 detik dan angka bukaan lensa  f/8. Di kamera canggih, nilai shutter speed disingkat menjadi 100 dan bukaan suryakanta menjadi 8.0

Ada panduan dan peringatan pun. Misalnya di tustel DSLR pemula Canon, setiap mengganti kecenderungan kodak alias kepentingan kamera, akan muncul kurang ulasan akan halnya mode dan kepentingan kamera tersebut. Di kamera DSLR Nikon pemula, suka-suka peringatan jika setting nan kita tetapkan akan menyebabkan subjek foto terlalu gelap atau bersisa terang.

Tentunya, DSLR pemula juga n kepunyaan lebih banyak fungsi AUTO-nya yang akan mencoba menyesuaikan setting kamera terbaik dengan subjek foto/pemandangan. Keuntungan lain berasal kodak pemula adalah biasanya ukurannya relatif  ringan dan ringkas.

Antarmuka Nikon D5200 yang ilustratif. Gambar bukaan/diafragma akan membengkak dan mengecil sesuai dengan nilai F nan disetting.

KELEBIHAN – Kehabisan Tustel DSLR Canggih

Sesungguhnya, berbarengan membeli kamera digital nan panjang lidah lagi dapat mengantarkan kita ke tujuan kita. Keuntungan berusul sinkron membeli pemotret digital canggih adalah memiliki bodi tustel yang kian kokoh. Kebanyakan dibuat maka dari itu bulan-bulanan plastik yang kian gigih atau besi magnesium alloy. Cak semau LCD suplemen membantu cak bagi mengaram setting-setting kamera dengan cepat dikondisi barang apa sekadar, gelap maupun kilauan. Kamera usil pun umumnya memiliki kinerja bertambah cepat, dan daya tampung buffer foto berlapis-lapis yang kian lapang. Baterai yang digunakan juga lebih lautan sehingga dapat memotret makin lama sebelum mengganti baterai/cas.

Kekurangannya, kamera canggih kian rumit dipelajari karena bertambah adv minim panduan di tustel, penulisan setting biasanya disingkat-pendek dan dilambangkan dengan simbol-simbol doang, sehingga pemula mesti lebih banyak menghafal/menghapal. Tombol-tombol dan menu item yang banyak juga dapat membuat merayang.

Bagi yang hanya mau mengunakan kamera tanpa mempelajari dasar fotografi, tentunya lain tepat membeli kamera yang sangat canggih, karena fungsi otomatisnya tidak banyak alias malahan tidak terserah sama sekali. Contohnya Nikon D700 dan D800 tidak memiliki mode Full Auto / Scene Mode. Di lain pihak, kodak Canon 5D mark III lain memiliki lampu kilat terpajang, nan kadang-kadang praktis digunakan bikin memotret subjek privat posisi backlight.

Cari fungsi Auto di kamera DSLR canggih Nikon D800? Sayang sekali, gak ada tuh, yang ada tombol2 fungsi lainnya.

Cari fungsi Auto di kodak DSLR canggih Nikon D800? Cinta sekali, gak ada tuh, nan terserah tombol2 fungsi lainnya.

REKOMENDASI

Kamera digital saat sekarang perbaharuannya juga cepat, setiap kali produsen kamera membuat kamera baru yang lebih panjang lidah, kamera lama anjlok harga, intern setahun, kurang lebih penyusutan harga tustel bekas sebesar 20% pertahun. Dengan mengunakan tustel DSLR pemula justru dahulu, kita dapat menghemat. Saat kita sudah menguasai fotografi dan siap bagi upgrade, kita dapat membeli kodak yang lebih tepat sesuai yang kita butuhkan. Tidak semua orang membutuhkan kodak canggih, dan bani adam yang membutuhkannya, n kepunyaan kebutuhan nan berlainan-selisih. Secara alami, kita akan mengetahui kamera canggih yang kita perlukan dari asam garam nan didapatkan momen mengunakan kamera pemula.

Maka itu, saya sarankan bikin nan plonco kepingin belajar untuk mengunakan tustel pemula lebih lagi silam, setelah menguasai semua cembul, fungsi, menu kamera dan mempelajari teknik fotografi yang baik mentah upgrade ke kamera yang lebih canggih. Dengan demikian pengelanaan berlatih fotografi kita lebih mulus jalannya. Bakal yang sudah terlanjur memiliki tustel DSLR panjang lidah, jalan memang lebih terjal, tapi jangan tungkul meskipun teradat lebih  arwah lagi kerjakan membiasakan.

Jangan lewatkan jadwal berlatih fotografi, editing dan tour infofotografi.

ISO 80, f/2.8, 1/190 detik, Ricoh GRD IV , editing monochrome sepia via Adobe Lightroom

Jalan berbatu-bencana dan terjal, tapi masih boleh ditempuh, hayat! – ISO 80, f/2.8, 1/190 detik, Ricoh GRD IV , editing monochrome sepia via Adobe Lightroom


About the author:
Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, penyuluh fotografi, penulis siasat dan tour photography organizer. Masa ini, engkau beralamat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

Source: https://www.infofotografi.com/blog/2013/10/belajar-fotografi-pakai-kamera-dslr-pemula-atau-langsung-yang-canggih/




banner

×