Apa Manfaat Dilakukannya Pertukaran Pelajar

KOMPAS.com –
Dunia saat ini sedang dihadapkan dengan pesatnya urut-urutan teknologi dan persaingan global. Pendudukan kemampuan akademik dan kecekatan yang bersifat afektif lagi yaitu sebuah keniscayaan bila Anda tak cak hendak ketinggalan zaman.

Aliran Industri 4.0 adalah sebuah contoh aktual betapa kencangnya laju jalan teknologi waktu kini. Pada buku berjudul
The Fourth Industrial Revolution, Klaus Schwab menjernihkan adapun arus rotasi yang menggabungkan teknologi fisik, digital dan biologis yang berdampak pada semua disiplin ilmu.

Internet of things, genetic editing, artificial intelligent, big data mining, oto swakendara, superkomputer, adalah komplet buram teknologi nan merevolusi cara manusia menjalani hayat.

Situasi tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap semakin ketatnya persaingan universal. Semua insan silih adu gagasan dan pemikiran kerjakan menciptakan sebuah inovasi. Tak terkecuali bagi siswa.

Bagi mewujudkannya, pendidikan yang berkualitas bisa menjadi urut-urutan masuk yang tepat.

Pelajar masa sekarang harus lebih
aware
terhadap perkembangan teknologi dan persaingan mondial secara umum bila tidak ingin tergerus laju zaman di perian mendatang.

Pendidikan berkualitas ini menyandang peran penting untuk boleh meningkatkan mutiara dan kualitas lulusannya agar boleh menjadi generasi nan unggul. Salah satu caranya adalah dengan membenamkan paparan internasional atau
international exposure
kepada petatar.

Momen ini,
international exposure
menjadi sebuah kebutuhan solo yang harus diselami maka itu anak didik. Melalui paparan internasional ini, mereka bisa bertambah mengenal dunia luar, tak namun mempelajari tentang arah akademiknya saja, tetapi sekali lagi boleh meningkatkan kelincahan yang bersifat afektif dan psikomotorik.

Keterampilan afektif dan psikomotorikini misalnya yakni
critical thinking, kelainan solving, communication, collaboration
dan
creativity
ataupun
invention
yang lebih lagi sangat dibutuhkan intern persaingan global.


Gudi. Sinarmas World Academy
Program transisi murid.

Program perubahan pelajar

Sepatutnya ada, terserah banyak cara kerjakan mengenalkan camar duka
international exposure
kepada para pelajar. Salah satu di antaranya adalah dengan memberikan kesempatanmengikuti programa pertukaran pelajar ataupun
exchange program.

Program pertukaran petatar seorang ialah sebuah program yang memberikan peluang kepada para pelajar lakukan merasakan belajar di sekolah tidak– rata-rata di luar negeri– , menyerap bermacam ragam disiplin ilmu dan teknologi, serta bak ajang bagi pertukaran budaya. Keadaan-hal sebagai halnya itulah yang akan menambah
exposure
kepada pelajar asuh.

Program ini seperti yang dilakukan makanya Sinarmas World Academy (SWA) kepada para siswanya. Malah, SWA sudah menerapkan program ini mulai dari papan bawah 3 sekolah dasar (SD).

“Program pertukaran pelajar pada tahun kesejagatan seperti saat ini ini begitu bermanfaat. Menerobos program ini, peserta akan mendapatkan pengalaman penuh dalam menimba mantra di asing negeri dan pengenalan budaya luar. Makin spesial lagi bagi murid SWA, mereka bisa mengikuti program ini sejak kelas 3 SD” ungkap Early Stage Coordinator and International Programme Director Sinarmas World Academy (SWA), Rhea kepada Kompas.com, Senin (22/10/2018).

Adapun enam sekolah internasional di empat negara yang mutakadim bekerja sama pada acara ini dengan SWA di antaranya Peking University Elementary School (PKUES) di China, Seoul National University Elementary School (SNUES) di Korea Selatan, Ritsumeikan Primary School (Jepang), Sagami Women’s University Elementary School  Tokyo (Jepang), A. B. Paterson College (Australia), dan Chatswood Public School (Australia).

Keenam sekolah tersebut sekali lagi dipilih beralaskan beberapa faktor. Faktor permulaan ialah ketenaran mereka bak sekolah terbaik di negaranya.

“PKUES ialah yang terbaik di China dan SNUES ialah yang penting di Korea Kidul, padahal sekolah lainnya memiliki peringkat panca besar skala internasional di negaranya,” tambah Rhea.

Selain itu, ada pula faktor visi dan misi yang juga diperhatikan. Keenam sekolah tersebut memiliki visi dan misi nan begitu juga SWA, yakni menciptakan hari depan komunitas pembelajar yang dinamis di distrik Asia dan menyeluruh.

Program pertukaran pelajar.
Landasan. Sinarmas World Academy
Program perubahan pesuluh.

Program ini, lanjut Rhea, memungkinkan siswa untuk sparing akan halnya negara pemilik flat, turunan-orangnya, dan budaya mereka. Melalui perjalanan  ini sekali lagi, mereka dapat mengembangkan disiplin diri dan memuliakan orang-orang dari heterogen latar belakang.

“Hal ini karena mereka tidak bepergian bersama orang tua mereka. Para siswa dengan luar normal berkembang di lingkungan baru dan dengan cepat menyamakan kegesitan manajemen diri. Kedewasaan mereka berkembang dan kemampuan berpikir dalam-dalam peka juga meningkat,” tambah Rhea.

Selain itu, melalui program pertukaran pelajar, siswa pula dapat memperluas interaksi sosial mereka. Kemudian hal yang tidak kalah utama yang berkaitan dengan itu adalah meningkatnya kesigapan komunikasi mereka.

Hal ini karena di beberapa negara seperti China dan Korea Selatan siswa diharuskan untuk adv amat bersama
host family
dalam kesehariannya.

“Jadi, kemampuan komunikasi mereka meningkat karena secara tidak langsung pelajar harus berkomunikasi dengan keluarga tuan kondominium. Mereka sekali lagi belajar mengajuk peraturan rumah tersebut, serta mengikuti rutinitas dan tren hidupnya,” ungkap Co-Principal Early Years and Elementary School SWA, Kelly kepada Kompas.com.

Kelly menambahkan, di dua negara lainnya seperti Jepang dan Australia petatar tak tinggal di kondominium
host family, melainkan di hotel.

“Karena menginap di hotel tanpa ditemani orangtua,
self management skill
mereka kodrati akan meningkat dengan pesat. Jadi banyak hal positif nan mereka dapatkan semenjak keikutsertaan dalam program ini,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan afektif seperti mana nan telah disebutkan di atas, program perlintasan pelajar nan dilakukan SWA juga meningkatkan
skill
akademik pelajar.

Pada saat program berlangsung, siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan
sit in
beberapa mata pelajaran, sama dengan matematika, ilmu pengetahuan  tunggul, dan olahraga.

“Salah satu hal terpenting kembali terbit program ini, siswa boleh berpaling aji-aji pengetahuan dengan mengimak beberapa papan bawah di sana. Misalnya, kelas robotik di Jepang. Sebagai halnya yang telah diketahui bersama, Jepang adv amat menang di satah ini. Jadi, hal tersebut menjadi pengalaman berharga bagi petatar,” jelas Kelly.

Sepulangnya mereka berusul program tersebut, pelajar juga diberi urat kayu buat membagikan pengalaman ini kepada siswa lainnya internal bentuk pengutaraan. Mereka dapat menceritakan mengenai pengalaman tinggal di
host family
ataupun hotel tanpa ditemani orangtua, berkisah tentang budaya yang mereka pelajari, tentang sekolah dan peserta-siswi di sana, serta perjalanan wisata yang diikuti.

“Kami yakin bahwa asam garam tersebut enggak sekadar berguna bagi waktu ini saja, tetapi kembali bermanfaat bagi perian depan mereka,” kilap Rhea.

Hal ini karena kemampuan pengetahuan seperti keunggulan akademik (academic excellence), pembentukan karakter, interkultural dan pemahaman internasional mereka bertambah sehingga boleh meningkatkan kemampuan anak asuh didik untuk bersaing di zaman Revolusi Industri 4.0 dan menyongsong hari depan nan bertambah cerah.

Source: https://edukasi.kompas.com/read/2018/11/01/08514031/pentingnya-pertukaran-pelajar-untuk-tingkatkan-pengalaman-international




banner

×