9 Ajaran Syekh Siti Jenar

KOMPAS.com
– Syekh Siti Jenar yakni salah satu tokoh penyebar Islam di tanah Jawa.

Sosoknya dikenal polemis karena banyak yang menganggap bahwa ajarannya sesat.

Syekh Siti Jenar bahkan berparak dengan dieksekusi mati. Ajarannya yang paling kontroversial adalah terkait konsep hidup dan mati, Almalik dan kemerdekaan, serta kancah berlakunya syariat.

Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa arwah manusia di dunia sebagai mortalitas.

Sebaliknya, apa yang disebut kematian oleh pendapat umum, justru ia sebut ibarat awal dari umur yang hakiki dan kuat.

Meski ajarannya dianggap polemis, Syekh Siti Jenar juga mempunyai tanzil yang dapat diterima secara umum.

Berikut ini sejumlah ajaran Syekh Siti Jenar.

Baca pun: Ibnu Rusyd, Cendekiawan Orang islam yang Dituduh Sesat

Reaktif Ketuhanan

Syekh Siti Jenar punya kritis rabani yang terpengaruh oleh aliran sufisme yang sudah berkembang.

Kamu berpendapat bahwa orang nan sudah lalu sepi akan lahir pun menjadi basyar pula, atau reinkarnasi.

Selain itu, Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa manusia yang mutakadim mati bisa pula bergabung dengan Al-Haq (Allah).

Konsep diri turunan

Konsep diri khalayak nan dikemukakan oleh Syekh Siti Jenar dikenal dengan
Manunggaling Kawula Gusti.

Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa intern penjelajahan hidupnya, dia berburu Sang pencipta. Ketika sudah menemukan-Nya, maka yang dirasakan adalah Allah itu suntuk erat.

Kamu bahkan berpendapat lebih radikal, bahwa Almalik bisa menyatu dengan diri manusia.

Baca juga: Riwayat hidup Gus Miek, Ulama yang Memiliki Karomah Pengasuh

Camar duka ini kemudian diajarkan kepada para muridnya. Akan tetapi, konsep ini dianggap sesat, dan membuatnya dijatuhi hukuman sirep.

Konsep alam kematian

Dalam konsep kematian, Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa pan-ji-panji dunia merupakan tunggul mortalitas.

Setelah nyawa menghindari jasadnya, saat itulah awal pertualangan yang sebenarnya. Syekh Siti Jenar berpendapat demikian karena kehidupan dunia diibaratkan dengan hukuman neraka.

Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa spirit setelah kematian yaitu kehidupan nan sesungguhnya di mana manusia memulai atma nan mulia.

Baca juga: Sejarah Munculnya Komisi dalam Umur Manusia

Konsep guru nafsu

N domestik konsep mortalitas, Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa hidup di dunia manusia akan selalu dipengaruhi oleh master nafsu.

Ia melanjutkan bahwa seseorang enggak akan sampai kepada Sang Gusti Pangeran (Tuhan) jika masih diperbudak oleh nafsu.

Dengan nafsu, Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa turunan nan menjalankan ibadah bukan asli lagi niatnya.

Kamu memonten bahwa sejauh manusia masih diperbudak maka dari itu nafsu privat ibadahnya, maka sosok hanya menyembah nafsunya yang angkara.

Referensi:

  • Alqalami, Debu Fajar. (2008).
    Ajaran Pemberitaan Syekh Siti Jenar. Surabaya: Pustaka Sarana.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap periode mulai sejak Kompas.com. Marilah menyatu di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://kaki langit.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Kabel lebih lagi dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/stori/read/2022/04/29/130000279/ajaran-syekh-siti-jenar?page=all




banner

×