3 Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ashabul ukhdud​

Jawaban:

1. Orang-orang yang berkeyakinan kepada Allah tentu akan diuji.

2. Mengharpakan kesembuhan berasal dari Allah.

3. Tamak dengan kekuasaan adalah penghalang sesorang berpangkal hidayah.

Penjelasan:

1. Orang-orang nan beriman kepada Allah karuan akan diuji.

Sang pencipta bersabda (nan artinya),

Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan namun pasca- mengatakan, ‘Kami sudah beriman,’ menengah mereka tidak diuji pun? Dan sesungguhnya Kami sudah menguji turunan-orang yang sebelum mereka. Sesungguhnya Almalik mengetahui manusia-sosok yang bermartabat dan memaklumi orang-basyar nan dusta”. (QS. Al ‘Ankabut : 2-3)

2. Mengharpakan kesembuhan berasal berpangkal Allah.

Momongan dalam cerita tersebut menolak bahwasanya ia lah yang menyembuhkan beraneka macam macam penyakit. Situasi itu dikarenakan tuturan tersebut bisa merusak tauhid seseorang. Anak tersebut hanyalah perantara atau sebab. Hanya yang terpenting ialah memercayai bahwa Allah lah yang berwajib menjadikan suatu sebab bisa berkarisma. Allah berfirman,

Dan ingatlah (duhai ‘Isa), ketika engkau menyembuhkan bani adam yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kenohong dengan seizin-Ku”. (QS. Al Maidah : 110)

3. Tamak dengan dominasi merupakan penghalang sesorang dari hidayah.

Lihatlah betapa gelapnya mata sinuhun tersebut setelah sira melihat jenama-tanda pengaruh Halikuljabbar dengan mata kepalanya sendiri. Apabila dia beriman kepada Allah, akan hilanglah kekuasaannya, sehingga engkau lebih memilih kekuasaan yang fana daripada akhirat yang kekal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan embek itu lebih negatif dibandingkan ambisi seseorang kepada harta dan kekuasaan terhadap agamanya.” (HR. Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al Albani)

Ibnu Hajar berkata, “Boleh jadi yang mencari yuridiksi dengan begitu tamaknya, maka ia tidak ditolong maka dari itu Sang pencipta” (Fathul Bari, 13/124)




banner

×